SELASA PEKAN BIASA XXII 2018
SELASA PEKAN BIASA XXII 2018
1 Korintus 2:10b-16; Lukas 4:31-37
Santo Paulus dalam suratnya kepada Jemaat di Korintus hari ini, berkata kepada kita bahwa sebenarnya kita sebagai manusia itu tidak mampu menangkap dan memahami kehendak Allah. Hanya karena rahmat Allah sajalah yang memampukan kita mengenal dan memahami kehendakNya. Allah mengutus RohNya dan mengubah kita dari manusia jasmani menjadi manusia rohani sehingga kita diberi kesempatan untuk dekat denganNya. Namun sayang, kita sendiri seringkali kurang mampu menyambut ajakan dan rahmat Allah tersebut. Kita masih sering terbelenggu oleh kemanusiaan kita, oleh kebutuhan-kebutuhan hidup jasmani kita yang tak pernah terpuaskan. Kita mudah dikuasai oleh manusia jasmani kita daripada manusia rohani kita. Karenanya, seringkali kita menjadi orang yang kurang berbelaskasih kepada sesama kita dan menjadi susah menangkap kehendak Tuhan dalam hidup kita.
Hari ini kita diajak untuk kembali ke semangat awal yaitu bekerjasama dengan Roh Allah yang telah ditanam dalam diri kita masing-masing. Kita diajak untuk menjadi manusia rohani, yaitu menempatkan Roh Kudus Allah sebagai pusat hidup kita. Dengan demikian, kita dimampukan untuk melihat hidup dan pengalaman kita dari kacamata Roh Allah. Maksudnya, dengan bantuan Allah, kita dimampukan untuk melihat dan memaknai hidup kita dalam terang Allah. Harapannya, kita dapat menyelaraskan rencana dan hidup kita dengan rencana dan hidup Allah sendiri, sehingga kita menjadi manusia rohani yang penuh belas kasih kepada sesama kita.