Renungan 9/10/18
Renungan 9/10/18
Injil Lukas 6:12-19:
Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.
Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul:
Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus,
Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot,
Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.
Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon.
Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan.
Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya.
—
Orang-orang seperti apa yang dipilih untuk menjadi rasul Yesus? Jawabannya sederhana saja: Orang-orang dari kalangan biasa tanpa pengaruh yang menonjol dalam masyarakat di mana mereka berasal.
Andreas dan saudaranya Simon adalah nelayan. Demikian juga dengan Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus yang adalah pedagang ikan. Matius atau Levi adalah seorang penagih pajak bagi pemerintah Romawi. Sedangkan Simon dari Kanaan adalah seorang nasionalis fanatik yang berani bertaruh nyawa untuk melawan pejajah Roma.
Mereka semua adalah pekerja keras dengan kemauan dan tekat yang besar untuk mengikuti Yesus. “Orang-orang terpilih” ini yang akan menjadi „alat yang efektif“ di tangan Tuhan untuk mewartakan “Kerajaan Allah.” Mereka memiliki kelemahan manusiawi namun dibimbing dan dilindungi oleh kuasa Ilahi. Rasa kagum dan cinta kepada Yesus membuat mereka menjadi satu kawanan. Yesus mengkonfirmasi niat dan cinta mereka dalam doa. Yesus tetap mendampingi mereka dan menurunkan kuasa Ilahi, yakni Roh Kudus agar mereka bisa mewartakan Injil, mengusir setan dan kekuatan jahat dalam diri orang-orang yang mereka kunjungi dan layani. Inilah tanda-tanda hadirnya “kerajaan” yang diwartakan Yesus.
Pertanyaan untuk kita: Apakah kita juga merasa sebagai sarana atau alat di tangan Tuhan untuk menghadirkan kerajaan-Nya? Tanda-tanda konkret apa yang bisa kita alami dalam hidup harian bahwa Tuhan hadir di antara kita. Yesus memilih dan memanggil para Rasul-Nya dengan doa sepanjang malam. Apakah kita juga punya relasi khusus dan personal dengan Yesus yang memanggil kita masing-masing, memberi ruang bagi intervensi Ilahi, terutama ketika menghadapi persoalan-persoalan konkret dan serius dalam hidup?