Iman Tumbuh Bersama Komunitas
Bacaan I Ef 1: 15-23
Bacaan Injil Lukas 12: 8-12
Iman Tumbuh Bersama Komunitas
Dengan amat indah, Rasul Paulus menulis dalam bacaan pertama hari ini, “Jemaat itulah tubuh-Nya, yakni kepenuhan Diri-Nya, yang memenuhi semua dan segala sesuatu”. Kesatuan kita di dalam hidup ber-jemaat merupakan permenungan penting untuk semakin mengimani Kristus. Karena, bersama dengan jemaat atau katakanlah komunitas beriman kita masing-masing, maka kita memperoleh banyak keuntungan iman. Memang, semakin mendalam iman kita, semakin besar pula adanya godaan dan ancaman. Hal ini mengajak kita untuk semakin melatih kesetiaan berpegang pada iman akan Kristus. Ketika batin kita dirongrong untuk menjauh dari Tuhan, maka pertolongan dari jemaat sungguh dibutuhkan. Ada perkara-perkara hidup yang tak bisa kita hadapi sendiri, sehingga harus diselesaikan bersama jemaat atau komunitas iman di sekitar kita.
Belasan tahun saya hidup dalam lingkungan komunitas calon imam. Di situ pulalah saya mengalami pertumbuhan iman yang tak pernah terduga. Banyak hal saya dapatkan terkait dengan iman, yang tak hanya berputar soal pengetahuan iman saja, tetapi juga soal rasa atau pengungkapan iman. Saya dikenalkan dengan berbagai devosi komunal yang membuat batin saya merasa lega. Saya diajak untuk mengamalkan iman melalui kepekaan kepada komunitas sehingga diharapkan muncul kebiasaan untuk menemukan Allah pada setiap wajah. Di komunitas itulah saya juga belajar untuk mengakui iman, misalnya dulu saya enggan membuat tanda salib jika makan di luar rumah. Namun, setelah masuk Seminari dan ada banyak waktu untuk jajan di luar Seminari, saya berani membuat tanda salib karena saya melakukannya bersama teman-teman. Lama-kelamaan, tradisi baik itu mengakar dan saya terbiasa untuk membuat tanda salib jika makan di warung, tidak peduli sedang makan sendiri atau bersama teman-teman. Inilah yang membuat saya semakin bersyukur bahwa komunitas membantu saya semakin mengimani Kristus.
Ini baru soal pengungkapan iman, belum lagi jika ditelusur soal hidup bersama, pewartaan iman, dll. Intinya, terlalu banyak keuntungan saya dapatkan dengan hidup di dalam jemaat dan komunitas. Terlalu banyak hal-hal baik yang mereka bagikan kepada saya. Maka, pelan-pelan saya mencoba untuk membagi dan memberi diri untuk kepentingan komunitas. Dengan demikian, adanya jemaat membantu saya untuk mengalami kehadiran Kristus yang begitu baik dan murah hati. Pertanyaan untuk kita, sudahkah kita memberi sesuatu yang berharga untuk jemaat atau komunitas kita? Sudahkah kita mampu menyadari kehadiran Kristus yang penuh di lingkungan jemaat atau komunitas kita?