DALAM IMAN KITA DISELAMATKAN!
Jumat, 2 November 2018
PENGENANGAN ARWAH SEMUA ORANG BERIMAN (P/U)
2Mak. 12:43-46; Mzm. 130:1-2,3-4,5-6a,6-7,8; 1Kor. 15:12-34; Yoh. 6:37-40
DALAM IMAN KITA DISELAMATKAN!
Setiap kali ada orang yang meninggal, apalagi yang meninggal adalah orang-orang terkenal, maka tidak mengherankan jika banyak karangan bunga yang disampaikan sebagai tanda simpati dan sekaligus ucapan belasungkawa dari yang mengirim. Bagi yang menerima ucapan, ini tentu sebagai sebuah penghormatan yang berharga terlebih bagi saudara atau keluarga yang sudah meninggal. Namun, bagi orang yang sudah meninggal, hal yang terpenting bukan seberapa banyak karangan bunga yang dikirimkan, namun justru, tentu saja adalah doa-doa yang tiada putus dan tiada henti bagi mereka. Untuk itulah gereja kita, sampai sekarang ini memiliki kebiasaan untuk mendoakan orang-orang yang sudah meninggal, karena kita yakin bahwa mereka semua sedang berada dalam ‘perjalanan’ menuju kehidupan abadi. Dan tugas kita adalah ‘mengiringi’ langkah mereka menuju ke sana, dengan doa-doa yang dipanjatkan. Doa sekaligus menjadi sebuah kekuatan, agar kita yang masih ada di dunia ini, selalu mengupayakan keselamatan bagi orang lain, dalam bentuk apa pun.
Hari ini kita mengenangkan arwah semua orang beriman, dan caranya yang utama adalah dengan doa-doa yang kita panjatkan. Doa adalah dimensi hidup yang penuh keindahan. Pertama, tentu saja, dengan doa kita diajak untuk mengupayakan keselamatan bagi orang lain, bukan melulu keselamatan bagi diri sendiri. Kedua, dengan berdoa, kita diingatkan bahwa hidup adalah perjalanan, dan di ujung sana ada kehidupan kekal, sedangkan hidup di dunia adalah sementara saja. Maka, jangan pernah merasa ‘lekat’ dengan segala sesuatu yang ada di dunia. Beruntung manusia memiliki iman yang besar kepada Allah, karena dengan iman lah manusia bisa bertahan sampai hidup kekal. Secara fisik, semua manusia akan mati, namun manusia memiliki jiwa yang tidak akan mati selamanya, kalau kita sungguhberiman kepada Allah. Semua tidak akan pernah hilang, mati atau pudar, karena Allah yang memanggil, melindungi dan menebus semua manusia tanpa kecuali.
Selamat pagi, selamat mendoakan saudara-saudara yang sudah meninggal. GBU.