Buah Kehidupan yang Hanya Dikenal Allah

Buah Kehidupan yang Hanya Dikenal Allah

Bacaan: Lukas 14: 14 Related image

“Bila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, cacat, lumpuh dan buta. Maka engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalas engkau. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.”

 

Budaya meng “upload” foto, mengubah status dan menanggapi tulisan dan gambar orang dengan like dan dislike menjadi hal yang tak terelakkan dalam dunia internet. Orang yang memasang cerita dan gambar punya keinginan agar orang lain segera menanggapi dan memberi komentar positif. Semakin banyak orang berkomentar dan memberi acungan jempol, orang makin merasa keberadaannya berharga dimata komunitas maya. Sebaliknya, sepinya respon dan banyaknya jempol terbalik membuat hati dan pikiran orang tercabik-cabik karenanya. Seolah orang lain tak menerima dirinya dan keseluruhan eksistensi hidup yang telah dibangunnya selama ini. Hingga kalau suatu saat orang jatuh pada disorder behavior, komentar, pujian dan tanda like dicari agar orang makin besar rasa harga dirinya.

Bacaan Injil hari ini mengingatkan kita pada sebuah panggilan radikalisme kemuridan yang tinggi. Kalau engkau berbuat sesuatu yang baik, hendaklah jangan sampai orang lain bisa membalasnya. Tak perlu mencari sensasi dan mengupload foto bahwa kita telah berjasa baik, tidak usah memberitahukan bahwa kita telah mempertahatikan orang miskin dan melayani mereka dengan sebaik-baiknya. Biarkanlah semua hal baik yang dilakukan itu terjadi. Seolah orang lain tak tahu dan hanya ALlah saja yang tahu.

Balasan dari Allah yang dibahasakan di sini, “Mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar” berarti bahwa penghargaan Allah pada kita akan diberikan nanti di zaman akhir. Pemberian yang tidak lapuk dan digerus waktu. Tanggapan orang dengan pujian dan kesukaan hanya akan bertahan sebentar saja. Durasinya singkat dan menyenangkan diri kita pada waktu sesaat saja. Hal itu membuat kita haus dan mencari terus tanggapan dan balasan sesama. Namun apa yang akan Allah berikan pada kita di zaman akhir nanti bersifat permanen dan tak akan habis. Kita tak perlu ketakukan bahwa pahala Allah itu akan hilang dari kita. Tak usah resah bahwa Allah akan memberi dislike pada kita!

Kita  memohon pada Tuhan agar kita diberi hati yang siap menerima sepi pujian duniawi, tapi kaya pujian Ilahi. Biarlah ALlah sendiri yang tahu dan kenal kebaikan serta buah kehidupan kita sehingga kelak kita boleh menerima pahalaNya yang tak uzur oleh waktu.

Comments are closed.
Translate »