SUKACITA UNTUK SETIAP JIWA YANG SELAMAT
Kamis, 8 November 2018
Hari Biasa (H)
[Flp. 3:3-8a; Mzm. 105:2-7; Luk. 15:1-10]
SUKACITA UNTUK SETIAP JIWA YANG SELAMAT
Suatu hari, saya merasa kebingungan karena mencari kunci kamar, padahal biasanya saya gantungkan di depan kamar. Saya mulai mencari-cari di dalam tas, dan sambil duduk mengingat-ingat kembali, dimana terakhir kali saya meletakkan kunci kamar. Saya khawatir kalau kunci itu sebenarnya terbawa, dan jatuh dalam perjalanan. Saya sempat terpikir untuk masuk lewat jendela, sampai seorang teman mengingatkan bahwa kunci kamar saya sebenarnya saya titipkan di depan kamar teman saya. Oh iya, saya ingat bahwa sebelum saya pergi, kunci memang saya gantungkan di depan kamar teman saya supaya aman. Namun, yang terjadi saya lupa, dan sejenak membuat saya khawatir. Setelah kunci saya ambil, maka saya segera masuk kamar, dan beristirahat. Beruntung kamar saya bisa ditemukan, karena kalau tidak maka aktivitas saya yang lain akan terganggu.
Ada banyak dalam hidup ini, yang dianggap sebagai sesuatu yang sangat penting, dan ketika hilang, maka kita berupaya sekuat tenaga untuk mencarinya. Biasanya kita akan mudah khawatir kalau sesuatu tersebut itu memang benar-benar hilang. Bagi Tuhan, sekalipun berdosa, setiap manusia adalah penting dan berharga. Maka, Yesus berkisah tentang perumpamaan domba dan dirham yang hilang. Kalau salah satu saja hilang, maka akan kembali dicari dengan cermat sampai menemukannya kembali. Yang jelas, setelah ditemukan, maka ada sukacita. Tentu Tuhan sangat senang melihat orang yang berdosa, kemudian bertobat dan mengikutiNya. Maka kita juga patut bersukacita jika ada orang yang semula jauh dari Tuhan, kemudian bertobat dan menjadi baik, bukan justru sedih dan kecewa, apalagi bersungut-sungut.
Selamat pagi, selamat bersukacita untuk setiap jiwa yang bertobat dan diselamatkan. GBU.