Mengobarkan Api

Mengobarkan Api

Sabtu, 26 Januari 2019
Hari Peringatan Santo Timotius dan Titus

2 Timotius 1:1-8
Mazmur 96
Markus 3:20-21

Gereja memutuskan untuk memasangkan kedua santo, Timotius dan Titus, pada hari yang sama. Keduanya adalah murid terdekat Santo Paulus yang dipercaya olehnya untuk memimpin Gereja-gereja baru yang didirikannya. Karena itulah mereka juga disebut uskup (dalam bahasa Yunani episkopos yang berarti pengawas atau administrator). Timotius berasal dari keluarga Yahudi taat sedangkan Titus adalah seorang Yunani. Keduanya menjadi pengikut Kristus karena terkesan dengan kotbah-kotbah Paulus. Keduanya melambangkan jangkauan luas Paulus dalam mengabarkan Injil, menyentuh hati semua bangsa, baik Yahudi maupun non-Yahudi.

Dalam surat pribadinya kepada Timotius, kita melihat bagaimana Paulus mencoba memberi semangat kepada Timotius. Bisa jadi Timotius yang jauh lebih muda dari Paulus menemui kesulitan mengorganisir Gereja barunya. Mungkin umat membanding-bandingkan dia dengan Paulus yang lebih berkarisma. Atau mungkin dia kehilangan semangat mendengar kabar bahwa sang guru yang dikasihinya sedang mendekam di penjara. Apapun situasi hatinya saat itu, Paulus mengingatkan Timotius untuk mengobarkan semangat karunia Allah di dalam dirinya. Melalui tumpangan tangan Paulus, Tuhan telah memberikan pada Timotius roh keberanian, kasih, dan disiplin diri.

Sama seperti Timotius, dan mungkin juga Titus, kita pun mengalami masa-masa kekeringan atau semangat kendur dalam hidup iman kita. Pesan Paulus hari ini juga ditujukan pada kita. Karunia Allah telah diturunkan pada kita melalui pembaptisan atau Krisma. Saat api karunia itu terasa lemah atau hampir padam, kita diajak untuk mengobarkan kembali. Kalau anda melihat tukang sate bekerja, saat api mulai kecil, dia akan menambah arang atau mengipas arang yang ada supaya api tetap membara. Dapatkah kita juga mengobarkan api karunia Allah dalam diri kita, terutama pada saat kita merasa lemah?

Sakramen Ekaristi bisa menjadi seperti arang baru supaya api tetap menyala. Sakramen tobat bisa menjadi seperti pembersihan sisa-sisa arang yang menutupi api. Sakrament perminyakan bisa menjadi bensin baru yang membuat nyala api menjadi besar kembali. Dan karunia Roh Kudus bisa menjadi seperti tiupan angin yang mengipasi api kita. Semoga api kita tetap selalu menyala dan memberi kita kekuatan dan keberanian untuk mewartakan kabar baik Yesus.

Comments are closed.
Translate ยป