Bangun! Bangkitlah!
Jumat, 25 Januari 2019
Hari Raya Pesta Pertobatan Santo Paulus
Kisah Para Rasul 22:3-16
Mazmur 117
Markus 16:15-18
Rasul Paulus memang orang yang beruntung!
Dia mengalami suatu peristiwa yang begitu dahsyat yang membuatnya segera bertobat, berbalik arah 180 derajat dari seorang yang pekerjaannya menganiaya orang Kristen menjadi salah satu penyebar Injil paling berhasil di seluruh dunia. Sekali dia bertobat, tidak ada keraguan lagi atau ingin kembali ke hidup yang lama. Dia mendengar langsung suara Yesus sendiri berbicara pada dia, dan dia menjadi buta beberapa hari, dan kemudian dipulihkan penglihatannya. Kalau kita juga punya pengalaman seperti itu, mungkin kita juga akan hidup lurus selamanya.
Sayangnya sebagian besar, atau malah semua dari kita, tidak pernah dan tidak akan pernah mengalami apa yang Paulus alami. Tapi bukan berarti Tuhan tidak pernah berkomunikasi dengan kita. Mungkin kita mendengar ajakan dari Tuhan melalui seorang teman atau anggota keluarga. Kita tidak sampai dibuat buta, tapi mungkin kita mengalami saat di mana kita jatuh: jatuh dalam sakit, dalam kesedihan akan kehilangan orang yang kita cintai, dalam kecanduan alkohol atau obat terlarang, dalam kehilangan pekerjaan, rumah, atau harta benda lainnya.
Di saat kita jatuh dalam lembah kegelapan itu, apapun bentuknya, kita dipanggil sama seperti Tuhan dan Ananias memanggil Paulus: Bangunlah! Bangkitlah!
Sudah hampir pasti bahwa setelah kita keluar dari suatu penderitaan atau dosa, kita akan kembali jatuh lagi. Berulang kali. Tetapi kita mempunyai Tuhan yang tidak pernah hilang kesabaran. Berapa kalipun kita terjatuh, Ia akan selalu memanggil kita untuk bangkit. Ia menguatkan kita melalui sabdaNya, melalui tubuh dan darahnya yang diberikan pada kita, melalui sakramen-sakrament Gereja-Nya.
Semoga kita tidak pernah putus asa di kala kita terjatuh lagi. Semoga telinga kita selalu mendengar Tuhan yang memanggil kita untuk bangkit kembali. Semoga mata kita terbuka akan segala karya Tuhan yang menopang kita bangun kembali untuk melanjutkan misi kita, seperti Paulus, menyebarkan Kabar Baik Kristus ke seluruh dunia.