Mari peduli sesama yang membutuhkan

Mari peduli sesama yang membutuhkan

Mari peduli sesama yang membutuhkan

Kamis pekan II Prapaskah, 21 Maret 2019

Bacaan: Yeremia 17:5-10; Luk 16: 19-31

Kisah cerita dalam bacaan injil hari ini sangat menarik. Hidup orang kaya diliputi kemewahan dan hidup orang miskin digambarkan sangat menyedihkan. Hidup orang kaya selalu dipenuhi dengan pesta pora sedangkan hidup orang miskin, mencari makan pun harus berebutan dengan anjing. Dua kenyataan yang sangat bertolak belakang di saman Yesus. Kondisi yang sama ternyata masih juga menjadi problem masyarakat kita zaman ini. yang kaya makin kaya, dan yang miskin semakin miskin.

Kelanjutan cerita lebih menarik lagi karena keduanya, baik yang kaya maupun yang miskin, meninggal dunia.. Lazarus orang miskin setelah meninggal, dibawa ke pangkuan Abraham sedangkan orang kaya menderita sengsara dialam maut. Orang miskin di bawa ke pangkuan Abraham karena di dunia dia tidak mengalami kebahagian sebagaimana dialami oleh orang kaya. Sebaliknya orang kaya menderita sengsara di alam maut karena dia telah mengalami kebahagiaan selama di dunia dan melupakan sesamanya yang menderita.

Dari cerita injil ini sangatlah jelas bagi kta bahwa persoalan utama bukan soal kaya atau miskin. Persoalan pertama dan utama adalah persoalan memperlakukan sesama kita seperti diri kita sendiri atau tidak adanya kepedulian kita terhadap sesama kita yang menderita. Orang kaya yang memiliki banyak kekayaan bukanlah hal yang jelek apalagi kekayaannya itu didapati dari kerja kerasnya dan kemudian kekayaannya itu dipakai untuk membantu mereka yang membutuhkan. Menjadi persoalan besar manakala kekayaan yang dimiliki menjadikan orang semakin sombong dan lupa akan sesamanya. Kekayaan membutakan mata dan hatinya untuk berbuat kebaikan.

Dalam masa pra paskah ini, kita boleh bertanya kepada diri kita masing-masing sejauh mana kita memperlakukan sesama seperti diri kita sendiri? Apakah kita cukup perhatikan saudara kita yang sungguh membutuhkan pertolongan kita? Apakah kita peduli kepada saudara kita yang ada dalam kesusahan? Pra Paskah merupakan momen dimana kita melatih diri untuk semakin peka, peduli dan solider dengan mereka yang membutuhkan lewat karya amal kita. Mari kita menyisihkan waktu, tenaga dan apa yang kita miliki demi kepentingan sesama yang sungguh membutuhkannya.

Comments are closed.
Translate ยป