YESUS DAN BAPA ADALAH SATU

YESUS DAN BAPA ADALAH SATU

HARI RABU DALAM PEKAN KE 4 MASA PRAPASKAH
Yesaya 49:8-15
Johanes 5:17-30
Saudara-saudariku terkasih,
Bacaan pertama hari ini memberi kita gambaran Allah yang lemah lembut dan yang telah membebaskan mereka yang mendekam dalam penjara dan mereka yang hidup dalam kegelapan – entah itu penjara dalam arti yang sebenarnya ataupun kegelapan hati dan budi mereka. Allah berjanji bahwa “Aku akan membuat jalan dan segala jalan raya-Ku akan Kuratakan,” jalan akan menjadi mulus bagi anak-anak, melindungi mereka agar mereka tidak lapar dan haus, bahkan angin panas dan teriknya matahari tidak akan menimpa mereka, dan Aku menuntun mereka ke dekat sumber-sumber air yang menyejukan.  Allah mendeklarasikan janjiNya ini kepada umatNya yang Ia kasihi dan yang telah Ia ciptakan – karena kita semua adalah milik kepunyaanNya – sama seperti kasih seorang ibu kepada anaknya; dan sekalipun seorang ibu bisa melupakannya, “Aku tidak akan melupakan engkau.” Allah mengklaim kita masing-masing sebagai anakNya sendiri. Sungguh ini merupakan kabar gembira untuk kita semua, terutama bagi mereka yang berada dalam kegelapan dan belenggu karena jauh dan takut akan Tuhan.
Oleh karens itu bacaan Injil hari inipun memberi kita suatu pandangan dan harapan kedepan bahwa Allah kita benar-benar sebagai Bapak – terutama karena Yesus sebagai Anak Tunggal Bapak kalau kita percaya kepada Yesus. Yesus menegaskan kesatuanNya dengan Allah Bapak kita: Yesus dan Bapak adalah satu, oleh karena itu kalau kita percaya dan menghormati Yesus maka kita menghormati Bapak. Kesatuan itu terungkap dalam kasih dan kesetiaanNya kepada kehendak Bapak. Lebih tegas dan jelas lagi Yesus mengatakan: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diriNya sendir, jikalau tidak melihat Bapa yang menerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapak, itu juga yang dikerjakan Anak.”
Saudara-saudariku terkasih,
Selanjutnya pada kesempatan yang sangat istimewa ini teristimewa pada masa prapaskah kita diberi kesempatan untuk bertanya kepada diri kita masing-masing sebagai anak-anak Allah: “sejauh mana dan seberapa dalam relasi kita dengan Allah Bapak di surga?” Bagi anda yang hari ini akan mengikuti perayaan Ekaristi dan ketika anda akan menerima Tubuh dan Darah Kristus anda akan bersatu dan mempersatukan diri dengan Yesus. Dengan demikian anda pun akan bisa dan selalu berjalan bersama Yesus dan dengan Yesus, menerima kasihNya dan meneruskan kasih Allah kepada sesama yang berada disekitar anda. Amin.
Comments are closed.
Translate »