Suatu perjuangankah untuk melihat kehadiran Allah dalam kehidupan kita ini?

Suatu perjuangankah untuk melihat kehadiran Allah dalam kehidupan kita ini?

HARI KAMIS DALAM MINGGU KE 4 PRAPASKAH
KELUARAN 32:7-14
YOHANES 5:31-47
Saudara-saudariku  terkasih,
Sungguh menarik membaca bacaan pertama hari ini. Kita melihat Tuhan marah kepada bangsa Israel yang menyembah anak lembu emas yang mereka buat. Sikap dan tingkah laku bangs Israel yang telah berpaling dari Tuhan, berarti mereka lupa akan apa yang telah Tuhan perbuat untuk mereka. Tuhan telah merancang untuk membinasakan mereka, bangsa yang tidak tahu diri itu, tetapi Musa mengambil sikap  danberbicara atas nama bangsa Israel, memohon ampun, dan Tuhan bisa menyesalkan rencanaNya.
Selanjutnya dari bacaan Injil hari inipun Yesus angkat bicara dan memberi kesaksian tentang siapa Dia melalui setiap perbuatan yang menakjubkan untuk meyakinkan bangsa Israel bahwa Yesus adalah Yang diutus dari Allah. Yohanes Pembaptispun telah memberi kesaksian, mukjizat-mukjizat yang telah dilakukannya serta Sabda kenabiannya, namun mereka tetap tidak mau percaya kepadanya.
Saudara-saudari terkasih,
Melihat semuanya itu boleh dibilang: “kita tidak habis pikir mengapa bangsa Israel begitu tegar hati mereka, tidak percaya kepada Allah?” Firman Tuhan kepada Musa, “Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk.” (Keluaran 32:9) Di pihak lain dalam bacaan Injil hari ini Yesuspun berulang kali menyatakan dengan sangat jelas akan segala sesuatu yang telah dikerjakan untuk menunjukkan bahwa Yesuslah yang diutus Allah. Tetapi bangsa yang tegar hati ini tetap tidak mau percaya meskipun sudah sekian banyak bukti yang sudah disampaikan baik oleh Musa maupun oleh Yohanes Pembaptis. …”Sebab jikalau kamu percaya kepda Musa, tentu kamu akan percaya juga kepadaKu, sebab ia telah munulis tentang Aku.” Oleh karena itu saudara-saudariku terkasih, kalau dibilang “kita tidak habis pikir” akan sikap bangsa Israel dari kedua bacaan hari ini, kitapun lalu kembali coba merefleksi dan bertanya kepada diri kita masing-masing, “apa sikap kita terhadap segala pengalaman, peristiwa, kejadian, mukjizat dalam hidup kita masing-masing yang menunjukkan betapa besar kasih setia Allah kepada kita?” Pernyataan tidak habis pikir itu bangkit dari pengalaman bangsa Israel yang sudah melihat dengan mata kepala sendiri apa yang Yesus telah lakukan untuk mereka namun mereka tetap tidak dengan serta merta percaya kepadaNya.
Kalau kita kembali merenungkan perjalanan hidup kita masing-masing bukan tidak mungkin dan tidak bisa diragukan lagi akan kehadiran dan pendampingan Allah, campur tanganNya yang besar dan mengagumkan. Allah telah membebaskan kita dari perbukan dosa melalui wafat dan kebangkitan Yesus. Seperti Yohanes Pembaptis yang telah memberi kesaksian akan keabshan Yesus, demikian pula yang telah dilakukan oleh para kudus. Kitab Sucipun terus menerus menulis tentang Siapa Yesus untuk kita masing-masing. Dari segala perbuatanNya yang ajaib dan dari sakrament-sakramenNya yang telah kita terima kiranya bisa akan selalu membuat kita percaya bahwa Allah hadir.
Saudara-saudariku terkasih,
Hari ini, marilah kita secara khusus berdoa agar kita pun senantiasa bisa selalu mampu melihat kehadiran Allah dalam setiap langkah dan peristiwa kehidupan kita masing-masing. Semoga kita tidak memiliki ketegaran hati untuk percaya. Dan semoga kita pun rela seperti Moses yang mau memohon pengampunan, ketika Allah akan menghukkum umatNya.
Akhirnya saudara-saudariku, marilah kita berdoa untuk selalu berbesar hati dan mempunyai kekuatan untuk selalu bisa melihat dan menghargai rahmat dan berkat Allah; dan semoga kita akan selalu diterangi oleh RohNya yang kudus, agar pikiran dan hati kita senantiasa dibimbing dan diterangi oleh Roh Kudus agar kita mampu memberi kesaksian kepada dunia bahwa Allah hadir. Amin.
Comments are closed.
Translate »