Yesus menghadirkan Allah kepada kita
HARI JUMAT DALAM PEKAN KE 4 PRAPASKAH
Kebijaksanaan 2:1a, 12-22
Yohanes 7:1-2, 10, 25-30
Saudara-saudariku terkasih,
Bacaan-bacaan hari ini mulai memainkan sesuatu yang bisa saja membuat kita penasaran. Kitab kebijaksanaan berbicara antar mereka sebagai orang yang lemah, menggambarkan tentang akhir hidup mereka yang sangat menyedihkan bahkan eksistensi merekapun sepertinya diragukan atau seolah-olah mereka tidak pernah hadir, tidak pernah hidup. Oleh karena itu mereka mau menghadang orang-orang baik karena mereka membanggakan bahwa mereka mempunyai pengetahuan tentang Allah, menganggap dirinya sebagai anak Tuhan, dan bermegah-megah bahwa bapanya ialah Allah (Kebijaksanaan 2:12,13,16).
Sesudah percakapan yang panjang ini, penulis merumuskan bahwa peristiwa ini datangnya dari dunia orang mati, dari dunia mereka yang tidak dikenal karena kelemahan mereka sendiri:… “Oleh karena itu mereka tidak tahu akan rahasia-rahasia Allah,”(Kebijaksanaan 2:22) Sungguh sangat tidak mudah untuk memahami pernyataan-pernyataan dalam kitab Kebijaksanaan ini. Apa yang dimaksudkan dengan rahasia-rahasia Allah? Mengapa pernyataan-pernyataan ataupun rumusan ini menjadi sangat sulit untuk dipahami?
Saudara-saudariku terkasih,
Gaung dari Kitab Kebijaksaan diatas kita jumpai lagi dalam bacaan Injil hari ini. Begitu banyak umat yang pikirannya masih bergulat dan bersusaha untuk mengerti dan menerima bahwa Yesus itu adalah Mesias. Mereka ingin sekali untuk lebih mengerti secara lebih dalam untuk mengetahui Mesias yang sebernarnya. Karena yang mereka tahu bahwa Yesus adalah manusia biasa dimana mereka bisa berkomunikasi, namun apabila Yesus berbicara, pembicaraannya selalu masuk dan meresap kedalam pengertian mereka. Ada banyak hal yang istimewa yang mereka alami dalam kehidupan bersama Yesus. Yesus bahkan dengan sangat jelas dan tegas mengatakan bahwa Yesus itu berasal dari Bapa dan mengenal Bapa. Barangsiapa melihat Yesus, mereka telah melihat Bapa.
Selama masa Prapaska ini, lewat pelbagai macam kegiatan rohani, dalam pantang, puasa dan matiraga serta amal bakti, kita diberi kesempatan untuk lebih memahami kehadiran Allah dalam perjalanan hidup kita bersama Yesus. Demikian pula selama masa Prapaska ini kitapu diberi kesempatan untuk bertobat. Inilah kesempatan kita untuk lebih mengetahui lebih mendalam tentang Allah dan kasih setiaNya.
Saudara-saudariku terkasih,
Yesus menjunjukkan kepada kita jalan menuju pengetahuan akan Allah. Oleh karena itu hari ini dalam bacaan Injil Yohanes dikatakan: “Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asalKu; namun Aku datang bukan atas kehendak Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal. Aku kanal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku.” (Yohanes 7:28-29) Dengan demikian saudara-saudari ku terkasih, kalau kita masih bergulat untuk memahami kehadiran Allah dalam diri Yesus, kita perlu melihat, mendengar kepadaNya. Sangat tidak mungkin bahwa anda juga akan mengatakan, bagaimana kita bisa memahami hal ini? Selama masa Prapaska ini kita semua dipanggil untuk menjadi lebih dekat dengan Yesus melalui puasa dan matiraga, dengan dan melalui doa-doa kita agar lebih bisa memahami kebesaran kasih setiaNya. Semoga Tuhan aka senantiasa menolong kita untuk bisa lebih melihat dan memanfaatkan masa Prapaska ini agar kita bisa bertumbuh dan berkembang menjadi manusia yang berguna bagi gereja dan dunia. Amin.