YUDAISME
Bacaan I Kitab Kejadian (17:3-9)
Injil Yohanes (8:51-59)
YUDAISME
Yudaisme adalah agama orang-orang Yahudi, bangsa keturunan Abraham, yang dibebaskan dari perbudakan Mesir dan secara istimewa dipilih oleh Allah (lih. Rom 9-11), yang menjadi sangat jelas bersifat monoteistik (iman akan satu [dan satu-satunya] Allah yang pribadi, Mahakuasa, Mahatahu, Mahacinta, yang adalah Pencipta dan Tuhan bagi semua orang dan segala sesuatu) pada zaman pembuangan Babilonia (587-538 SM). Sesudah bertahan selama berabad-abad di bawah penjajahan asing dan pada waktu Yerusalem dihancurkan pada tahun 70 SM, akhirnya mereka kehilangan tanah air mereka setelah pemberontakan Bar Kokhba (132-135 M) berhasil dipatahkan.
Mereka memperoleh kembali tanah air mereka pada tahun 1948 dengan didirikannya Negara Israel. Jati diri religius dan kultural Yudaisme dipertahankan dengan Kitab Suci Yahudi, Sabat, sunat dan ketaatan yang kuat terhadap hukum Musa serta pengajaran yang diwariskan.
Penginjil Yohanes melukiskan kebutaan Yudaisme yang tidak mampu melihat pewahyuan Allah dalam Diri Yesus. Hal ini amat jelas, ketika Yesus berkata orang-orang Yahudi, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku ada” (Yoh 8:58). Apa reaksi mereka? “Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah” (ay. 59). Mereka sungguh-sungguh buta, tidak mengenal siapakah Yesus yang hadir di hadapan mereka. Mari kita mohon kepada Tuhan, agar lewat karunia Roh Kudus kitapun mampu melihat Yesus yang adalah Tuhan dalam hidup kita sehari-hari terutama dalam Ekaristi yang kita rayakan. Amin.