BAGI ORANG YAHUDI, YESUS BUKAN ALLAH
Bacaan I Kitab Nabi Yeremia (20:10-13)
Injil Yohanes (10:31-42)
BAGI ORANG YAHUDI, YESUS BUKAN ALLAH
Yesus mengerjakan perbuatan-perbuatan baik – umpamanya pengampunan dosa – yang mewahyukan Dia sebagai Allah sendiri yang menyelamatkan (bdk. Yoh 5:16-18). Orang Yahudi tertentu melihat di dalam Dia bukan Allah yang menjadi manusia (bdk. Yoh 1:14), melainkan mereka melihat Dia sebagai “seorang manusia” yang mengangkat diri “sendiri sebagai Allah” (Yoh 10:33) dan menghakimi Dia sebagai penghujat Allah. Namun mari kita lihat kata-kata Yesus berikut ini “Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah kamu percaya kepada-Ku. Tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa ada dalam Aku dan Aku ada di dalam Bapa.” Apakah pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan oleh Yesus yang menjadi legitimasi bagi keallahanNya? Tentu saja legitimasi itu terdapat dalam setiap pekerjaan Yesus yang mendatangkan kebaikan, dan terutama yang menunjukkan kebenaran. Kalau kita melihat dengan jujur dan tulus setiap pekerjaan yang dilakukan oleh Yesus menghantar kita pada kebenaran. Hanya Allah saja yang benar dan dalam diri Yesus kita menemukan kebenaran Allah. Oleh karena itu marilah kita selalu mohon rahmat dari Allah Roh Kudus agar kita mampu menemukan kebenaran dalam setiap karya Yesus, dan lebih dari itu kitapun mampu mengikuti jejakNya untuk melakukan hal-hal yang baik dan benar. Amin.