Kisah Para Rasul 4:23-31; Yohanes 3:1-8

Yohanes pengarang Injil sering memakai dialog yang bisa menimbulkan salah paham ketika mengisahkan kegiatan pewartaan Yesus. Hal ini terjadi misalnya, pada kisah pertemuan Yesus dengan Nikodemus dalam Injil hari ini. Nikodemus salah paham terhadap maksud Yesus berhubungan dengan ajaran kelahiran kembali. Nikodemus yang adalah ahli Taurat menjadi nampak bodoh ketika mengira Yesus sedang berbicara tentang kelahiran kembali seseorang dari perut ibunya. Sesuatu yang tentunya mustahil. Namun yang dimaksudkan oleh Yesus sesungguhnya adalah kelahiran kembali dari air dan Roh agar orang dapat masuk Kerajaan Allah dan memperoleh keselamatan.

Renungan Yesus mengenai makna pembaptisan ini sangat mendalam. Kita semua perlu lahir kembali, artinya dibaptis agar diselamatkan. Selama ini, mungkin pembaptisan hanya kita pikirkan sebagai upacara peresmian masuknya seseorang menjadi anggota Gereja atau pengikut Kristus. Pandangan ini memang ada benarnya, namun masih perlu diperdalam lagi. Yaitu, dengan dibaptis kita diberi rahmat kehidupan kekal. Agar rahmat kehidupan kekal itu tetap efektif, maka umat kristiani diajak untuk terus menerus membarui diri dengan pertobatan. Pembaptisan memang sarana keselamatan, namun bukan berarti kita lalu boleh berbuat seenaknya setelah itu. Sebaliknya, pembaptisan hendaknya justru mendorong umat Kristiani agar hidup lebih baik lagi. Dengan demikian, baptisan bukan hanya jaminan keselamatan, tetapi juga awal yang baru bagi manusia untuk mengusahakan keselamatan kekal secara nyata. Semoga hari ini, kita dibantu untuk kembali menyadari makna dan tanggung jawab kita setelah menerima baptisan agar rahmat dan jaminan keselamatan itu berbuah dalam hidup kita setiap hari. Tuhan memberkati.