Selasa Pekan Paskah II 2019
Kisah Para Rasul 4:32-37; Yohanes 3:7-15
Dunia kita sekarang ini sudah dijangkiti penyakit yang namanya materialisme. Pertimbangan berbagai macam hal seringkali didasarkan pada materi dan kriteria untung-rugi. Bahkan seringkali, pelayanan pun dihitung untung-ruginya. Semangat materialisme ini memunculkan pribadi-pribadi yang serakah dan orang-orang yang tidak peduli lagi pada orang lain.
Semangat meterialisme atau keserakahan ini sangat jauh dari semangat yang ditunjukkan oleh jemaat Gereja perdana dalam bacaan pertama hari ini. Ciri khas kehidupan jemaat Gereja perdana adalah: “tidak ada seorang pun yang berkekurangan” sebab “segala sesuatu adalah kepunyaan bersama”. Dari praktik kehidupan jemaat Gereja Perdana ini, kita memahami bahwa hidup orang Kristiani yang benar tentu saja bercirikan: hidup saling berkecukupan (tidak sama dengan berlebihan) karena adanya sikap dan perbuatan saling membantu, menolong dan mengangkat sedemikian sehingga “tidak ada seorangpun yang berkekurangan”. Apabila saat ini kita masih menjumpai banyak orang miskin dan kelaparan di dunia tempat kita tinggal ini, hal itu karena masih banyak orang yang serakah dan tidak mau berbagi dengan sesamanya yang berkekurangan!!
Dengan inspirasi kehidupan jemaat Gereja Perdana yang kita dengarkan hari ini, marilah kita bermawas diri, bertanya pada diri sendiri: “Apakah kita juga sudah terjebak pada semangat materialisme yang mengukur segalanya dari sudut pandang untung dan rugi saja?? Ataukah kita masih mempunyai semangat pelayanan dimana Allah dan sesama adalah hal yang utama dalam hidup kita, lebih dari uang dan materi??” Semoga rahmat Allah memampukan kita membangun semangat solidaritas dan mau berkorban bagi sesama dan Gereja.