Iman itu Menghidupkan

Iman itu Menghidupkan

Selasa, 28 Mei 2019

Pekan VI Paskah

Bacaan I         Kis 16: 22-24

Bacaan Injil    Yohanes 16: 5-11


Iman adalah harta rohani yang harus dimiliki setiap orang agar memeroleh keselamatan. Dengan iman, segala kuasa dan karya ilahi akan terjadi. Pada hari ini, kita mendengarkan kisah monumental dari perjalanan misi Paulus dan Silas dimana mereka mengalami hambatan ketika berada di Filipi. Hambatan itu membuat mereka terjatuh sampai ke penjara. Di situlah nampak adanya kekuatan iman yang dimiliki Paulus dan Silas. Dua rasul itu menerima rahmat ilahi yang membuat mereka bisa saja lepas dari penjara. Itu semua terjadi karena mereka menggunakan iman sebagai pedoman dan dasar hidup. Kualitas iman mereka semakin meningkat justru karena mengalami penderitaan. Iman yang demikianlah pada akhirnya membuka pintu kemahakuasaan Allah. Bahwa dalam penderitaan, mereka hanya mampu mengandalkan Allah.

Melalui pengalaman Paulus dan Silas, kita dapat berefleksi secara mendalam. Bagaimanakah selama ini kualitas imanku? Apakah aku sungguh mampu menjadi orang beriman atau hanya beriman ketika sedang mengalami kebahagiaan saja? Tak bisa dipungkiri bahwa iman katolik itu berasal dari iman kemartiran. Yakni, banyak martir yang menyerahkan nyawa demi pewartaan dan karena kemartiran mereka-lah maka Gereja semakin bertumbuh dan menjadi hidup. Para martir melakukan tindak kemartiran mereka dengan ikhlas dan rela hati demi semakin luasnya pewartaan. Imanlah yang menuntun mereka menuju pada keberanian menyerahkan diri. Imanlah yang menghidupkan mereka. Dan, imanlah yang menjadi harta mereka satu-satunya.

Maka, mari kita mohon rahmat Allah agar dimampukan menjadi pribadi beriman. Agar kita berani memperjuangkan pewartaan iman kita dan pada akhirnya “membiarkan” kuasa Allah bekerja bagi kita.

Comments are closed.
Translate »