Makna Kebenaran

Makna Kebenaran

Rabu, 29 Mei 2019

Pekan VI Paskah

Bacaan I          Kis 17: 15.22 18:1

Bacaan Injil    Yohanes 16: 12-15


Yesus menjanjikan akan datangnya Roh Kebenaran yang memimpin kita menuju pada kebenaran sejati. Roh itu mewartakan kebenaran atas nama kesaksian Yesus Kristus. Bermenung tentang kebenaran, banyak polemik yang telah terjadi. Setiap orang mudah saja mengklaim dirinya adalah benar. Karena setiap orang membenarkan dirinya, maka terjadilah suatu kekacauan atas nama kebenaran. Padahal, belum tentu kebenaran yang mereka miliki adalah benar-benar sebuah kebenaran. Yang menjadi pokok persoalan tentu saja tentang kebenaran. Apa itu kebenaran? Demikianlah pertanyaan Pilatus kepada Yesus dalam drama penyaliban. Yesus tidak memberi jawaban yang jelas. Namun, dari situ kita bisa menarik simpul rohani bahwa kebenaran sejati terletak pada diri Yesus. Mengapa? Karena, apa saja yang dilakukan dan dikatakan oleh Yesus bernuansa membawa berkat bagi orang lain.

Kebenaran tidak akan membuat rugi salah satu pihak. Kebenaran justru membawa kelegaaan, kenyamanan dan sukacita bagi semua. Maka, jika melalui Injil hari ini Yesus menjanjikan kebenaran, itu menjadi pertanda bahwa Yesus menghendaki kita semua memiliki hidup yang tentram. Kebenaran bersanding dengan ketepatan. Jika memang sesuatu itu sungguh benar, maka harus pula mengandung nilai tepat. Benar dan tepat. Kita bisa menilik dari kisah pewartaan Paulus dimana secara benar dan tepat, Paulus mewartakan kabar gembira bagi orang-orang di Aeropagus. Paulus tahu bagaimana caranya memberitakan kebenaran, tanpa menyingkirkan dan merendahkan orang lain. Secara tepat, Paulus mengajari kita untuk bertindak dalam kebenaran.

Mari kita bermenung, sudahkah selama ini kita melakukan kebenaran dengan adil dan tepat? Sudahkah kita mengetahui cara-cara bertindak kebenaran sehingga tidak merendahkan dan menyingkirkan sesama?

Comments are closed.
Translate »