Iman yang ditantang
Selasa Pekan Biasa XIII, 2 Juli 2019
Bacaan: Kejadian 19: 15-29; Matius 8: 23-27
“Tuhan, tolonglah, kita binasa.” Inilah teriakan para murid Yesus yang sedang berada di dalam perahu ketika terjadi angin ribut. Badai yang begitu mengerikan itulah yang membuat mereka takut binasa dan mati. Oleh sebab itulah mereka berteriak dan meminta tolong kepada Yesus, yang juga ada di dalam perahu itu, Dia sedang tidur. Dalam ketakutan itu, mereka sadar bahwa ada Yesus juga di dalam perahu, sehingga mereka datang kepadaNya dan membangunkan Dia supaya menolong mereka. Yesus terbangun, namun malah menegur mereka semua karena kurang percaya. Apa maksudnya perkataan Yesus itu, bukankah mereka ingin minta tolong?
Yesus melihat bahwa mereka takut itu karena kurang percaya. Mereka minta tolong kepada Yesus yang juga ada seperahu dengan mereka dan sedang mengalami kejadian yang sama pula. Sehingga jika mereka semua binasa karena angin ribut itu, maka Yesus juga akan ikut binasa bersama mereka. Nah, apakah itu mungkin terjadi? Cara pikir dan tindakan mereka ini menunjukkan sejauh mana mereka mengenal Yesus dan siapa Yesus itu bagi mereka. Maka dengan tegas Yesus mengatakan bahwa mereka kurang percaya! Karena kurang percaya kepada Yesus yang bahkan ada bersama di dalam perahu inilah, maka mereka berteriak ketakutan. Jika mereka sungguh mengenal dan percaya kepada Yesus, maka mereka tidak akan takut, karena Yesus ada bersama mereka dalam situasi apapun dan Yesus pasti akan memberikan yang terbaik kepada mereka.
Krisis kepercayaan atau krisis iman ini tetap terjadi di jaman sekarang ini yang semakin sekular dan penuh tantangan. Namun di lain sisi, Tuhan Yesus tetap ada dan hadir di tengah kehidupan kita setiap hari dengan berbagai tantangannya. Maka baiklah kita selalu menyadarinya dengan baik, bahwa jika Tuhan ada bersama kita, kita tidak perlu takut dalam menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan. Sebaliknya dalam menghadapi berbagai situasi yang menantang itu, kita selalu membuka hati dan percaya kepada Tuhan yang hadir dan tinggal bersama kita. Kepercayaan itu tampak dalam kedekatan dan persatuan kita dengan Tuhan Yesus. Tuhan pasti akan menyelamatkan kita yang percaya kepadaNya.