Iman dan pengetahuan
Rabu Pekan Biasa XIII, 3 Juli 2019 Pesta St. Tomas Rasul
Bacaan: Efesus 2: 19-22: Yohanes 20: 24-29
Rasul Tomas hadir sebagai pribadi yang unik, yang bergolak namun tetap rendah hati. Kisahnya menjadi cerminan dalam perjalanan iman kita sampai hari ini. Kebangkitan Tuhan Yesus menjadi realita yang tidak mudah dipercaya karena memang diluar jangkauan pikiran manusia pada umumnya. Demikian pula Tomas tidak dapat menerima berita kebangkitan Yesus dari teman-temannya, ia butuh bukti dengan melihat dan menyentuh sendiri Yesus yang bangkit itu. Secara manusiawi tentu saja bisa diterima, karena bisa jadi ini hanya sebuah cerita, seperti sebagian orang sampai sekarang ini juga masih menyakininya. Ada keraguan dari diri Tomas untuk menerima berita ini apalagi percaya.
Tuhan Yesus yang bangkit mendengarkan keinginan Tomas dan secara khusus menampakkan diriNya kepada Tomas agar dia melakukan yang diingininya. Tomas terkejut dan takut dengan kehadiran Yesus ini, karena sekarang ia melihat sendiri Yesus yang mulia hadir. Dalam kekagumannya itulah terungkap pengakuan iman Tomas, ‘ya Tuhanku dan Allahku’. Sekarang ia menjadi percaya dan terlepaslah keraguannya selama ini. Namun Yesus menegaskan kepadanya bahwa sungguh bahagialah orang yang percaya walaupun ia tidak melihat. Yesus mau mengatakan bahwa iman dan kepercayaan kepadaNya tidak berarti harus melihat Dia, melainkan mengalami kehadiranNya di dalam hidup kita.
Pengalaman Tomas ini juga menjadi pengalaman kita semua, yakni pengalaman keraguan dan kurang percaya akan Tuhan. Apalagi perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin hebat membuat sebagian manusia menjadi jauh dari Tuhan, karena seolah mereka sudah bisa menjadi tuhan. Kehadiran Tuhan itu sungguh nyata di dalam hidup kita setiap hari dalam setiap gerak hidup kita. Iman adalah sebuah pengalaman akan kehadiran Tuhan. Semua yang kita miliki, kepandaian, kemampuan, kekayaan dan yang lainnya, semua itu datang dari mana? Semua itu adalah anugerah Tuhan yang diberikan kepada kita secara cuma-cuma. Pengetahuan sebenarnya menghantar kita untuk semakin percaya dan beriman akan kemahakuasaan Tuhan, seperti Tomas yang melihat Yesus dan berkata, ‘ya Tuhanku dan Allahku’