Perutusan Kita: Mewartakan Kasih Allah
Matius 12:14-21
Sabtu, 19 Juli 2019
Saudari-saudara terkasih, injil yang akan kita renungan hari ini diambil dari Matius 12:14-21, mengisahkan Yesus sebagai hamba Allah yang merupakan pemenuhan Nabi Yesaya, “Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa.
Matius dalam Injilnya mengisahkan bahwa Yesus memberikan keteladanan untuk tidak melawan para musuhNya. Kesadaran Yesus bahwa kebaikan dan kebenaran yang diwartakanNya tidak mudah diterima oleh orang banyak, apalagi orang-orang Farisi yang bersekongkol untuk membunuhNya, membuat Yesus menghindar. Kendati demikian, Yesus tidak mundur atau menyarah bahkan berlari dari misiNya untuk mewartakan Kerajaan Allah dengan menyembuhkan banyak orang (bdk. Mat 12:15). Yesus sebagai hamba Allah, seperti apa yang dikatakan oleh Nabi Yesaya, akan terus berkarya sampai mencapai kepenuhan rencana Allah yakni keselamatan umat manusia.
Teladan dan ajakan bagi kita yang hidup di zaman dimana kekuasaan bisa menghalalkan berbagaimacam cara dalam mencapai tujuan adalah bahwa Yesus menghadirkan Pribadi Allah yang sangat berbeda dengan gambaran orang saat itu. Allah adalah Penguasa yang lemah lembut, yang tetap menghendaki kebenaran, tetapi tidak menghukum orang yang bersalah atau berdosa, melainkan menyelamatkannya. Kelemahlembutan dan kebaikan Allah itu dinyatakan dalam ayat 20, “Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskanNya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkanNya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang.” Orang yang jatuh dalam kesalahan, tidak dibinasakanNya, tetapi justru direngkuhNya agar selamat. Kekuasaan itu dimiliki bukan untuk menindas orang demi mendapatkan keuntungan bagi diri sendiri, tetapi kekuasaan Ilahi adalah untuk menyelamatkan orang lain, terutama mereka yang terancam keselamatannya karena kesalahan dan dosa mereka.
Saudari-saudaraku terkasih, semoga sikap dan teladan Yesus sebagai Hamba Tuhan dan Utusan Allah menjadi bahan permenungan untuk kita teladani dalam menjalankan tugas perutusan kita masing-masing, siapapun kita. Tuhan memberkati kita semua!