Percaya kepada Injil, kita semua disatukan menjadi anak-anak Allah
Selasa Pekan ke 16 Masa Biasa
23 July, 2019
Keluaran 14:21-15:1Matius 12:46-50
Saudara-saudariku terkasih,
Kapan saja kita melihat ataupun mendengar dari Kitab Suci dimana terjadi penumpangan tangan, perentangan tangan dan penunjukkan, kita tahu bahwa ada sesuatu yang berkuasa sedang terjadi. Hari ini dari bacaan pertama kita mendengar bahwa Moses merentangkan tangannya, demikian pula Yesus melakukan hal yang sama. Keduanya mempunyai kekuatan yang penuh kuasa.
Ketika Moses merentangkan tangannya dalam bacaan pertama hari ini, ia melakukannya atas perintah Allah untuk menyelamatkan bangsanya dari perbudakan Mesir. Rentangan tangan Mosespun telah membelah Laut Merah sehingga bangsa israel dapat menyeberangi laut itu dan merekapun luput dari pengejaran Pharaoh. Bangsa Israel bebas dari perlakuan yang tidak adil, bebas dari tekanan/penindasan, agar mereka dapat membentuk kembali suatu komunitas baru dibawah perlindungan Allah.
Betapapun pembebasan itu tidak terjadi dramatically seperti yang digambarkan dalam kitab Keluaran, tetapi apa yang Yesus lakukan hari ini menunjukkan suatu kekuatan kuasaNya. Ketika Yesus diminta untuk memberi perhatiann kepada ibu dan sudara-saudaraNya, Yesus menunjuk kearah murid-muridNya: “Inilah ibuKu dan saudara-saudaraKu. Sebab siapa pun yang melakukan kehendak BapaKu di sorga, dialah saudaraKu laki-laki, dialah saudaraKu perempuan, dialah ibuKu.”
Lewat tangan-tangan Allah, Moses dan Anak Allah, Yesus, kita semua telah dibentuk menjadi satu komunitas anak-anak Allah. Kita semua telah dibangun sebagai umat Allah yang telah ditebus, menjadi keluarga anak-anak Allah, tebuka untuk semua dan yang mau mencari Tuhan dan mau melakukan kehendak Tuhan.
Saudara-saudari terkasih,
Kita tahu bahwa untuk menjadi anak-anak Allah tidak perlu harus dilahirkan dari dalam komunitas ini. Kita tidak perlu kredensial, tidak perlu status or background check. Untuk bebas dari segala larangan, maka semua yang melakukan kehendak Allah mereka akan menjadi saudara,saudari atau ibu dalam Kristus. Di dalam komunitas ini, hubungan darah samasekali tidak penting untuk dipanggil sebagai keluarga. Oleh iman dan kepercayaan kepada Injil, kita semua menjadi satu
Oleh karens itu, gereja atau komunitas umat Allah adalah suatu komunitas yang terbuka yang bisa menerima siapa saja, dan semua diperlakukan sebagai satu keluarga anak-anak Allah, baik di dalam paroki, apakah dia adalah imigrant, pengungsi, mereka semua adalah keluarga kita. Dengan demikian tidak seorangpun akan merasa asing atau dianggap sebabai orang asing lagi di dalam komunitas anak-anak Allah. Disini kita diajak untuk lebih sensitip kepada sesama kita dan welcome mereka kedalam keluarga anak-anak Allah.
Saudara-saudari terkasih,
Hari ini kita kembali diingatkan melalui sabdaNya yang penuh kekuatan dan kuasa untuk membentuk komunitas keluarga anak-anak Allah, menerima sama saudara dan sudari kita, siapapun mereka yang mau melakukan kehendak Allah. Undanglah mereka ke meja perjamuan agar mereka pun dapat merasakan kehangatan cinta sebagai anak-anak Allah. Amin.