SENIN 5 AGUSTUS 2019
Ada begitu banyak orang berbondong-bondong mengikuti Kristus namun Dia hendak mengasingkan diri ke tempat yang sunyi. Kristus pergi untuk menyendiri lebih-lebih saat Dia mendengar tentang kematian Yohanes, sepupunya juga pikiran Herodes mengenai Dia, bahwa Dia adalah Yohanes Pembaptis yang sudah bangkit dari antara orang mati, sehingga membuat Herodes begitu takut terhadap Dia dan bahkan berkeinginan membunuh dia.
Yesus berangkat ke tempat yang lebih jauh, untuk keluar dari wilayah hukum Herodes Kita lihat di sini bahwa pada saat-saat yang berbahaya, ketika Allah membukakan pintu bagi kita untuk menghindar, tidaklah salah bagi kita untuk menyelamatkan diri, kecuali kita mempunyai panggilan yang khusus untuk bertahan di situ.
Saat Kristus belum tiba, dan oleh sebab itu Dia tidak mau menyerahkan diri ke dalam penderitaan. Dia bisa saja mengamankan diri-Nya dengan kuasa ilahi, tetapi karena hidup-Nya dimaksudkan sebagai suatu teladan, Dia melakukannya dengan kebijaksanaan manusiawi.
Yesus menyingkir dengan perahu. Ketika orang banyak mendengarnya, mereka mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari berbagai daerah. Betapa Kristus sangat dikasihi orang banyak itu, sampai-sampai ketika Dia mengundurkan diri dari mereka, hal itu hanya membawa mereka datang mencari-Nya dengan keinginan yang lebih besar lagi. Di sini, seperti yang sering kali terjadi, genaplah nas Alkitab, yang mengatakan bahwa kepadanya akan takluk bangsa-bangsa (KJV: “Kepadanyalah orang-orang akan datang berkumpul”). Sepertinya, semakin banyak saja orang yang datang berbondong-bondong mengikuti Kristus setelah kematian syahid Yohanes daripada sebelumnya. Kadang kala penderitaan orang-orang kudus dijadikan sebagai sarana untuk memajukan Injil (Flp. 1:12), dan “darah para martir adalah benih Gereja.” Sekarang kesaksian Yohanes telah berakhir, namun kesaksiannya itu tetap dikenang, dan semakin dikenang dan dikenang. Orang-orang yang sungguh haus akan makanan rohani datang kepada Yesus untuk dikuatkan dan diteguhkan.
Seberapa sering kita dalam kehidupan kita datang kepada Yesus untuk mohon dikuatkan dan diteguhkan? Sedalam apa kerinduan kita untuk menikmati makanan rohani tubuh dan darah Kristus dalam hidup kita? Yesus menyerahkan tubuh dan darahnya untuk disantap agar mujikzat penggandaan rahmat dan berkat terus berlangsung dalam hidup kita. Apakah kita sungguh-sungguh hidup mengandalkan rahmat rohani yang kita terima dalam rupa Tubuh dan darah Kristus? Amin.