Selasa, 27 Agustus 2019

Selasa, 27 Agustus 2019

Mat 23:23-26

Yesus mengajak para muridNya untuk membangun Kerajaan Allah mulai dari dalam diri sendiri. Ketika seseorang mengolah dalam dirinya bersama Yesus Kristus, yaitu kerendahan hati, ketulusan, maka akan muncul kasih, kebenaran, keadilan dan keselamatan. Keutamaan-keutamaan yang baik tersebut akan tertanam dalam diri seseorang ketika ada keterbukaan berkomunikasi dengan Allah yang dijalin dalam ketekunan.

Jika ada ketulusan dan kerendahan hati maka tidak akan muncul kesombongan. Kesombongan adalah akar dari dosa manusia sehingga hal itu akan menimbulkan kerusakan yang dalam diri seseorang yang membuatnya keras, tidak peduli, jahat, serakah dan kejam terhadap sesamanya. Kesombongan bukan hanya merusak relasi seseorang dengan sesamanya, namun juga merusak dirinya sendiri dan merusak relasinya dengan Allah. Akibatnya adalah orang tidak percaya lagi dengan Allah dan hanya mengandalkan dirinya sendiri.

Ketulusan dan kerendahan hati juga merupakan benteng untuk melawan kemunafikan. Orang yang munafik adalah mereka yang bersembunyi dibalik topeng-topeng yang diciptakan mereka sendiri. Oleh karena itu orang yang munafik akan menampilkan hal-hal yang palsu dan tidak jujur. Oleh karena itu orang yang semacam itu akan pandai bersandiwara untuk menutupi kesalahan-kesalahan dan dosa-dosa mereka.

Oleh karena itu Yesus tidak rela jika anak-anaknya jatuh dalam kesembongan dan kemunafikan. Untuk sampai kesana undangan Yesus bagi anak-anakNya sungguh suatu yang relefan: “ Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku karena Akulemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.” (Mat 11:29)

Comments are closed.
Translate »