Hidup Dalam Kekudusan
Rabu, 28 Agustus 2019
Mat 23:27-32
Hidup Dalam Kekudusan
Setiap orang beriman dipanggil dipanggil untuk menjadi sempurna seperti Bapa sempurna adanya. Hal itu berarti bahwa setiap orang orang yang mengenal dan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus dipanggil dan dipilih umtuk hidup kudus. Kekudusan adalah anugerah dan sekaligus jawaban bebas setiap orang untuk mau mengikuti dan melakukan kehendak Allah. Kekudusan tidak terjadi jika manusia pasif, artinya mengabaikan panggilan Tuhan untuk hidup seturut dengan kehendakNya.
Kekudusan menjadikan pribadi manusia semakin jernih dan bersih hati dan budinya sehingga kejujuran dan ketulusan semakin mewarnai setiap kata dan tindakannya. Oleh karena itu orang yang kudus tidak menyimpan kebencian namun yang ada didalam dirinya ketulusan hati dan kerinduan untuk selalu mengasihi dan berbagi. Karena kasih tersebut maka orang kudus senantiasa bersuka cita dan ingin selalu ingin berbuat baik.
Darimanakan semua itu bisa terjadi? Kekudusan pertama-tama bukan hanya hasil usaha keras manusia, namun ada hal yang menjadikan semua itu, ialah peran Roh Kudus yang diam dalam diri setiap orang beriman. Roh Kuduslah yang mendorong kita untuk melalukan hal-hal yang baik, bahkan Dialah juga yang mengajarkan kita berdoa dan menyebut Allah sebagai Bapa kita. Oleh karena itu Kekudusan adalah buah dari kerja sama yang baik antara Allah dan manusia.
Oleh karena itu orang yang kudus akan terhindar dari sikap munafik,sebab apa yang ada didalam hati dan budinya itulah yang akan tampak dan berbuah dalam tindakannya. Apa yang dipancarkan orang kudus adalah segala yang baik dan mendatangkan rahmat Allah. Setiap orang yang telah dipilih menjadi murid Kristus diundang untuk mengalami kedekatan Kristus dan melakukan kehendakNya. Dengan demikian jika kita selalu bersama dengan Tuhan dan melalukan kehendakNya, kita dalam kekudusan.