Sikap tobat
Mat 11:16-19
Orang-orang Yahudi menolak baik Yohanes maupun Yesus.
Yohanes yang tinggal di padang gurun, tidak makan dan minum, dianggap kerasukan setan. Sementara Yesus, makan dan minum, dianggap pelahap dan peminum dan sahabat orang berdosa.
Orang-orang Yahudi ini dibebani banyak peraturan lahiriah. Sedangkan Injil Kristus membawa kemerdekaan dan kegembiraan batiniah.
Seperti orang-orang Yahudi kita juga sering mengabaikan Tuhan. Hanya sibuk dengan urusan dunia dan mengabaikan urusan-urusan yang lebih penting untuk keselamatan kita, yakni urusan-urusan rohani. Urusan Tuhan pastinya harus dinomorsatukan, bukan dinomorsekiankan, apalagi diabaikan.
Kalau sampai diabaikan, sebaiknya kita bertobat. Berbalik kepada Tuhan dan menjadikan-Nya sebagai pusat hidup kita. Percaya bahwa perubahan ke arah positif pasti terjadi, Roh Kudus pasti akan bekerja dan menghasilkan buah-buah yang baik yang membawa kebahagiaan bagi sesama dan kemuliaan bagi Tuhan.