Reparasi vs. Mengasihi

Reparasi vs. Mengasihi

Rabu, 25 Desember 2019
Hari Raya Kelahiran Tuhan Yesus Kristus

Yesaya 52:7-10
Mazmur 98
Ibrani 1:1-6
Yohanes 1:1-18

Kalau ada sesuatu yang rusak di rumah, biasanya kita panggil tukang reparasi. Kalau kulkas rusak, ya kita panggil tukang kulkas. Kalau ada masalah ledeng, ya tukang ledeng. Mereka hanya datang kalau kita panggil. Dan setelah itu kitapun juga harus membayar jasa mereka, kecuali masih ditanggung garansi.

Tapi kalau keluarga atau teman berkunjung ke rumah, biasanya bukan karena kita panggil atau karena mereka merasa perlu memperbaiki sesuatu di rumah. Mereka datang karena rindu ingin melihat kita. Mereka mau dan senang berbagi waktu dengan kita. Kunjungan mereka bukan suatu beban, dan mereka tidak mengharapkan balasan atau imbalan apapun.

Yesus datang ke dunia, menjadi manusia, dan berbagi waktu dengan kita di dunia ini. Kalau kedatangannya semata-mata untuk “memperbaiki” keadaan kita yang berdosa, dia tidak jauh berbeda dengan tukang reparasi yang kita panggil untuk membetulkan sesuatu yang rusak di rumah kita. Dan kedatangannya pun seperti menjadi kewajiban atau tugas.

Tapi kedatangannya terutama adalah karena kasihnya kepada kita. Keinginannya untuk menjadi manusia, untuk mengalami apa yang kita alami, bukan didasari rasa kewajiban atau tugas, bukan juga karena diminta-minta atau dibujuk oleh kita. Ia mau datang karena kasihnya begitu besar pada kita. Dia bisa saja datang dalam bentuk malaikat atau makhluk lain. Tapi dia memilih menjadi ciptaan yang paling dicintainya.

Inilah kabar baik yang paling besar bagi kita manusia. Begitu besar kasih Tuhan pada kita. Marilah kita menjalankan hidup sesuai dengan jatidiri kita itu.

Comments are closed.
Translate ยป