Kanak-kanak Suci dan Tak Berdosa

Kanak-kanak Suci dan Tak Berdosa

Sabtu, 28 Desember 2019
Hari Raya Pesta Kanak-kanak Suci

1st photo is Jakelin Caal Maquin, 7 year old from Guatemala who died December 8, 2018. Mandatory Credit: 2nd Photo by Catarina Gomez/AP/Shutterstock (10042293a) This Dec, 12, 2018 photo provided by Catarina Gomez, shows her half-brother Felipe Gomez Alonzo, 8, near her home in Yalambojoch, Guatemala. The 8-year-old boy died in U.S. custody at a New Mexico hospital on Christmas Eve after suffering a cough, vomiting and fever, authorities said. The cause is under investigation Child Dead Border, Yalambojoch, Guatemala – 27 Dec 2018.

Krisis migran di Amerika Serikat banyak menyebabkan keperihan yang dalam, terutama bagi para keluarga para migran. Salah satunya adalah anak-anak kecil yang tewas ketika mencoba melewati medan perbatasan yang berat, atau meninggal di dalam tahanan petugas imigrasi Amerika Serikat seperti Jakelin dan Felipe. Jakelin meninggal 2 hari setelah dimasukkan dalam tahanan dengan ayahnya, tanggal 8 Desember 2018. Felipe sempat dibawa ke rumah sakit tetapi dikembalikan ke dalam tahanan dengan ayahnya ketika sudah dirasa cukup diobati. Dia meninggal malam Natal 2018.

Orang-orang Amerika yang menentang migrasi semacam ini biasanya menyalahkan para orangtua mereka yang membawa atau mengirim anak mereka melalui bahaya melewati perbatasan. Kalau mereka mati, itu resiko mereka sendiri. Beberapa orang yang berpendapat demikian ada yang beragama Katolik atau Kristen lainnya juga.

Saya tidak habis pikir bagaimana seorang yang mengaku pengikut Yesus bisa berpikir seperti ini. Coba anda bayangkan kalau anda di posisi orang tua itu. Seberbahaya apakah keadaan di negara asal mereka sampai mereka bisa berpikir bahwa satu-satunya jalan untuk menyelamatkan anak mereka adalah menempuh segala bahaya untuk melintasi perbatasan?

Hari ini kita memperingati anak-anak korban kekejaman Herodes yang memerintahkan pembantaian anak-anak laki yang masih kecil di Bethlehem dan sekitarnya hanya karena takut kedudukannya diancam oleh Yesus yang baru lahir. Peperangan dan konflik politik di dunia kita seperti meneruskan mentalitas pembantaian yang kejam ini. Hanyak karena berebut kuasa, anak-anak tak berdosa menjadi korban.

Sebagai umat Kristiani di mana pun juga, kita harus melawan kekerasan dan kekejaman, apapun bentuknya, entah mengatasnamakan bangsa, suku, golongan, partai politik, atau pun agama.

Comments are closed.
Translate ยป