Kalau Engkau mau, Engkau dapat metahirkan aku
Kamis, 16 Januari 2019
1. Bacaan I : Sam 4:1-11
2. Injil : Markus 1:40-45
Seorang kusta yang rindu akan kesembuhan berseru pada Yesus. Kata-katanya, “kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku” menjadi sebuah seruan penyerahan dirinya pada Yesus. Ia memang sungguh ingin sembuh dari kustanya dan pastinya juga rindu untuk kembali hidup normal dan diterima dalam kehidupan sosial, namun ia tidak memaksa Yesus agar harus menyembuhkannya. Ia ingin sembuh, tapi tentang kesembuhan itu adalah hak Yesus yang mau atau tidak memberikannya. Si kusta tidak memaksa, namuan tetap menjadikan apa yang ia inginkan diselaraskan dengan apa yang Tuhan kehendaki pada dirinya. Sikap penyerahan ini kerap kali sulit untuk kita praktekan dalam hidup kita sehari-hari. Kerap kali di saat kita punya mau dan kerinduan akan satu hal kita lebih senang untuk mengharuskan apa yang kita inginkan terjadi. Sikap mengharuskan ini juga terjadi dalam praktek beriman kita, dalam doa kerap kali kita lebih banyak memaksa Tuhan untuk mengabulkan doa kita daripada berserah secara total pada apa yang jadi kehendak Tuhan atas diri kita. Maka marilah kita membangun sikap pasrah pada kehendak Tuhan, dan tidak selalu memaksaNya untuk memenuhi semua keinginan dan kerinduan kita. Amin.