Berbelaskasih
Senin, 9 Maret 2020 .
Hari Ini Yesus mengajari kita lewat Sabda Bahagia. Namun sabda ini sekaligus teguran terhadap orang kaya. Akan tetapi kata-kata teguran ini bukan berarti kesempatan bagi orang miskin untuk membalas dendam kepada orang kaya. Yesus memerintahkan untuk bersikap sebaliknya. Dia mengatakan: “Kasihilah musuhmu!”. Perubahan atau pertobatan yang Yesus ingin lakukan dalam diri kita adalah mengubah sistem. Kebaruan yang ingin dibangun oleh Yesus berasal dari pengalaman baru bahwa ia memiliki Allah yang penuh kelembutan yang mau menerima semua, baik dan buruk, yang membuat matahari bersinar untuk orang baik dan orang jahat, dan menurunkan hujan untuk semua orang. Lewat ajaranNya ini Yesus menyatakan tentang ajaran Cinta KasihNya. Cinta sejati tidak bergantung pada apa yang saya terima dari orang lain. Cinta pasti menginginkan kebaikan orang lain terlepas dari apa yang dia lakukan untukku. Karena beginilah kasih Tuhan bagi kita. Dia berbelaskasih tidak hanya terhadap mereka yang baik, tetapi dengan semua, bahkan terhadap mereka “yang tidak tahu berterima kasih dan penuh kejahatan”. Yesus ingin agar kita para muridNya dapat memancarkan cinta yang penuh belas kasih ini. Memang hal ini tidak mudah sama sekali. Bahkan mungkin terdengar sebagai utopia. Namun apa salahnya bila kita berani mencoba. Semoga kita mampu menjawabi tantangan Yesus ini selama masa Prapaskah ini. Masa prapaskah adalah masa pertobatan. Pertobatan apakah yang diminta Injil padaku hari ini? Sudahkah kita berbelas kasihan seperti Bapa Surgawi?