Walah Kang Mitra Iki, Nggedebus Omongan’e
Saat saya masih kanak-kanak, bersama saudara-saudari dan sepupu-sepupu, kami sepulang sekolah pada jam 13h.00 sering kali mendengarkan sandiwara radio serial Brama Kumbara. Di tengah-tengah siaran sandiwara ini kami sering mendengar iklan obat sakit Flu, namanya Procol. Dalam iklan ini ditampilkan dua orang laki-laki yang bercakap-cakap tentang sakit flu yang diderita oleh salah satu dari mereka. Pada akhirnya salah satu dari mereka menganjurkan untuk meminum Procol, karena ia yakin bahwa procol sangat mujarab untuk mengobati flu. Mendengar penjelasan ini salah satu dari mereka mengatakan hal ini, “Walah, Kang Mitra, Nggedebus Omongan’e” Kalimat seruan ini ingin menggambarkan bahwa apa yang dikatakan oleh lawan bicaranya hanyalah omong kosong tanpa ada faedahnya.
Senada dengan iklan Procol tadi, Injil Hari Ini mengisahkan kritik Yesus terhadap para ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Akar dari kritik ini adalah sikap “mereka mengajarkan tetapi mereka tidak melakukannya”. Yesus mengakui otoritas para ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Mereka menduduki kursi Musa dan mengajarkan hukum Allah, tetapi mereka sendiri tidak mematuhi apa yang mereka ajarkan. Maka Yesus meminta para muridNya untuk “melakukan apa yang mereka ajarkan, tetapi tidak meniru apa yang mereka lakukan”. Perkataan Yesus ini sungguh tajam, sebuah kritikan yang mengerikan sekali. Kalau Yesus bisa berkata demikian maka Ia melihat sesuatu hal yang sungguh kronis. Ia melihat penyelewengan yang ada dalam otoritas agama pada masa itu. Fakta inilah yang membuat Yesus meminta para muridNya untuk bisa saling hidup sebagai saudara. Sikap ini diminta oleh Yesus supaya tidak ada penyelewangan dalam praktek keagamaan, supaya agama tidak dimanipulasi untuk kepentingan golongan tertentu. Semoga kitapun juga diberi keberanian oleh Tuhan agar kita mampu menjalankan ajaran Yesus dan ajaran Katolik bukan untuk pamer namun lebih untuk kebaikan diri kita. Amin.
Masa Prapaskah mengajak kita untuk melihat kembali praktek keagamaan kita. Adakah dalam diriku kecenderungan untuk pamer kesalehan di hadapan orang lain?