Renungan Sabtu , Maret 14 2020

Renungan Sabtu , Maret 14 2020

Seseorang yang mengalami kelimpahan berkat dan kasih dari Tuhan dalam hidupnya menjadi pribadi yang penuh sukacita. Ia berharap mampu membagikan sukacita tersebut kepada orang lain. Karya keselamatan Tuhan adalah sumber sukacita. Kiranya hal inilah yang ingin disampaikan Yesus lewat perumpamaan anak yang hilang. Setiap dari kita, pernah mengalami kejatuhan, kegagalan, ataupun hilang seperti si anak bungsu. Pada saat kita hilang, Tuhan selalu memanggil kita untuk kembali pulang ke hadiratNya. Ia melakukan demikian bukan karena Ia egois, namun sebaliknya karena Ia ingin kita mengalami kepenuhan kasihNya. Ia ingin setelah mengalami kasihNya kita mampu menjadi pewarta kasih Allah. Sekali lagi, hanya orang yang mengalami kasih yang mampu berbagi kasih. Maka tugas kita adalah menemukan kasih Allah dalam kehidupan kita. Menemukan kasih Allah di tengah-tengah kesulitan kita. Maka baik bila saya kutipkan kata-kata dari seorang motivator dan sekaligus searang Kristen sejati. Ia berkata demikian “Trima Kasih Tuhan atas doa yang tidak terjawab … kalau kamu ingin mengubah hidupmu, ketahuilah bahwa hari terburukmu adalah hari terbaikmu, karena pada saat itu kamu akan mengubah semuanya. Kalau kamu mencarinya, kamu akan tahu artı terdalamnya. Kamu tahu ada sesuatu di dalam dirimu yang tidak akan terungkap tanpanya (hari terburukmu). Si anak bungsu ia telah mengalami hari terburuknya sebagai seorang yang hilang. Justru karena ia mengalami hari terburuk dalam hidupnya, ia mampu kembali kepada Bapa. Maka, baik bila kita mampu mensyukuri hari terburuk kita karena pada saat itulah kita akan mengalami perubahan. Amin.
Allah selalu mengasihi kita dan Ia ingin kita berubah ke Arah yang lebih baik. Sering Allah berbicara kepada kita lewat hari-hari yang paling buruk dalam hidup kita. Mampukah aku mensyukuri hari terburukku, dan dapatkah Aku menemukan kasih Allah di dalam hari yang paling buruk itu?

Comments are closed.
Translate »