PERCAYA

PERCAYA

Markus 16:9-15

Yesus telah bangkit dan hidup. Dia telah beberapa kali menampakan diri kepada para murid-Nya. Pertama-tama Dia menampakan diri kepada Maria Magdalena. Namun ketika Maria Magdalena menyampaikan hal itu kepada murid-murid lain, mereka tidak langsung percaya. Kepada mereka yang ragu Yesus sangat menyayangkan hal tersebut. (Mrk 16:14). Iman atau percaya adalah pintu untuk masuk. Jika seseorang mau mengalami pengharapan dan keselamatan, buah kebangkitan Kristus, ia harus melewati pintu tersebut. “Begitu besar kasih Allah kepada dunia ini, sehingga Ia mengutus Putera-Nya yang tunggal sehingga orang yang percaya tidak binasa, melainkan memperolah hidup yang kekal.” ( Yoh 3:16 ). Iman tersebut membuka rahmat untuk menerima kehidupan kekal. Betapa tidak sebanding bahwa Yesus sudah turun ke dunia, menderita; ditolak, difitnah, disiksa dan dihukum mati demi membela dan menebus dosa manusia, namun akhirnya manusia yang dibela tersebut tidak percaya. Yesus telah “membayar” untuk menebus manusia dari tawanan dan jeratan dosa bukan dengan uang tetapi dengan darah-Nya sendiri. Seperti yang telah dikatakan Yesus; “Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.”(Mat 26:28). Jika seseorang melihat dengan iman pengorbanan Yesus, ia pasti akan bersembah sujud kepada-Nya dan merasa tidak layak menerima anugerah yang agung tersebut. Persoalanya siapakah yang mau melihat dengan iman? Jika manusia memiliki cukup waktu untuk hening dan merenungkan semua yang telah dilakukan Yesus dan memahami sabda-Nya, ia tidak akan meninggalkan Tuhan. Pertanyaannya, sekalipun Allah memberikan waktu 24 jam sehari, apakah manusia menberikan waktu cukup untuk berkomunikasi dengan Tuhan dan merenungkan belaskasih-Nya yang tanpa batas? “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.” (Mat 11:25). Mereka yang percaya adalah orang yang rendah hati yang membutuhkan belaskasih Allah. Seperti orang kecil yang tidak bisa mengadalkan apa-apa, selain pertolongan dari Tuhan. Mungkin banyak orang yang pandai dan bijak, namun berapa dari mereka yang rendah hati dan percaya Kristus? Saat pandemi virus Covid-19 ini, manusia dikagetkan karena bencana ini datang begitu cepat dan menyebar luas dengan cepat pula. Para ahli kedokteran pun hingga sekarang belum bisa menemukan vaksin atau obatnya. Semua bisa bertanya, apa yang menjadi penyebab wabah ini? Sampai kapan ini bisa berakhir? Semua pertanyaan tersebut sulit dijawab. Hal itu menunjukan bahwa kecerdasaan manusia tetap terbatas. Oleh karena itu, manusia tidak cukup mengadalkan kecedasaan intektual. Manusia perlu menyadari akan keterbatasannya. Inilah Kerendah Hati yang diperlukan agar manusia bisa lebih percaya kepada kekuatan Kristus Tuhan. Sejak awal pencipaatan manusia tidak bisa hidup tanpa Allah. Manusia membutuhkan belas kasih Allah. “Ada tertulis; Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”(Mat 4:4).

Comments are closed.
Translate »