Bumi Gonjang-ganjing (versi 2)
Senin, 20 April 2020
Kisah Para Rasul 4:23-31
Mazmur 2
Yohanes 3:1-8

Saya beri tambahan “versi 2” pada judul renungan hari ini karena saya pernah memakai judul yang sama dalam sebuah renungan di tahun 2016. Kata-kata khas dalam pewayangan ini muncul dalam pikiran saya ketika membaca bacaan dari Kisah Para Rasul dan Mazmur hari ini. Diceritakan bahwa ketika para pengikut awal Yesus sedang berdoa bersama, “goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus.” Sebaliknya, dalam Mazmur digambarkan bahwa penguasa-penguasa dunia yang melawan Allah menjadi rusuh ketika berhadapan dengan orang yang diurapiNya (Daud dan Yesus).
Saat ini bumi kita pun digonjang oleh wabah virus corona. Ada banyak yang ketakutan, tetapi ada juga yang merasa bahwa kita harus kembali ke normal secepatnya karena keadaan ekonomi semakin menjepit. Pemerintah sipil dan pimipinan Gereja kadang seperti serba salah, terjebak dalam dua tekanan dari masyarakat. Dalam situasi seperti ini, bagaimana hendaknya kita bersikap?
Dalam Injil Yesus berkata pada Nikodemus bahwa untuk melihat Kerajaan Allah, seseorang harus “dilahirkan” kembali. Kata “lahir” dalam Bahasa Yunani yang digunakan Yohanes mengandung dua arti: lahir kembali dan lahir dari atas (dari roh). Dua arti ini berkaitan dengan makna pembaptisan: dilahirkan kembali dengan kuasa Roh Kudus.
Paus Fransiskus, dalam pesan Urbi et Orbi khusus tanggal 27 Maret yang lalu menggunakan kisah Yesus yang meredakan angin ribut dari atas kapal. Laut boleh bergejolak. Bumi di luar kita boleh gonjang-ganjing. Tetapi jika di dalam jiwa kita diteguhkan dengan kuasa Roh Kudus, niscaya kita akan lebih berani dan percaya diri untuk menghadapi segala hal.