Jangan Cemas
Jumat, 8 Mei 2020
Hari Biasa Paskah IV
Bacaan I Kis 13: 26-33
Bacaan Injil Yoh 14: 1-6
Salah satu situasi batin yang dirasakan orang sebagai akibat pandemi covid-19 ini adalah cemas. Kecemasan itu membawa orang sering takut, stress, putus asa dan pesimis. Hal ini terasa wajar karena apa yang kita alami merupakan suatu keadaan yang tidak dibayangkan. Wabah ini membuat kita harus mengevaluasi segala kekhasan manusiawi: mulai dari menjaga kebersihan badan, mengurangi kontak fisik, sampai pada tatacara peribadatan. Dengan setumpuk kecemasan, mudah bagi seseorang untuk menjadi lemah sehingga kerap kali yang muncul adalah rasio sendiri tanpa memedulikan suara Allah. Batin kita menjadi agak gelap.
Mari belajar dari peneguhan Yesus melalui Injil “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku”. Untuk meletakkan secara menyeluruh kepercayaan pada Allah harus ditopang dengan iman yang kuat. Yakin bahwa Allah masih memberi berkat adalah cara untuk memiliki harapan. Harapan inilah yang membuat hidup masih bercahaya. Harapan membuat seseorang mampu berjalan maju. Mereka yang masih mampu berjalan-lah yang bakal tetap hidup. Di lain sisi, kecemasan memang mudah muncul karena sebagai manusia tentu kita mempunyai beragam pikiran, yang sifatnya kadang terlalu pesimistis. Maka, mari kita bertindak seperti Yesus yang sepenuh hati percaya pada rencana Bapa. Apa yang dilakukan Yesus dalam jalan salib-Nya merupakan keteladanan betapa Yesus percaya Bapa akan memberi kemuliaan dan kebangkitan.
Rasio manusia memang penting, tetapi hidup kita bukan saja didukung hanya oleh kemampuan kita saja. Ada prakarsa ilahi yang memberi jaminan keselamatan kekal. Ketika rasio tidak mampu memberi jawaban, prakarsa ilahi selalu hadir menyelamatkan. Cara untuk menekuni hidup dalam keseimbangan antara rasio manusiawi kita dan prakarsa ilahi tergantung dari kualitas iman masing-masing. Maka, mari kita merawat iman bahwa Yesus itu bangkit. Yesus tidak kalah dengan maut. Iman kita adalah kebangkitan. Percaya bahwa rahmat kebangkitan akan menjamin hidup kita merupakan bukti betapa kita senantiasa yakin Allah akan memberi yang terbaik dalam hidup kita.