JANGANLAH GELISAH HATI
Selasa, 12 Mei 2020, Pekan V Paskah
Yohanes 14:27-31a
Hidup beriman senantiasa diarahkan untuk semakin menyerupai Yesus Kristus. Seperti sudah dikatakan Yesus kepada para murid-Nya bahwa Dia adalah jalan, kebenaran dan hidup. “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”(Yoh 14:6). Yesus membawa mereka yang percaya kepada-Nya menuju kepada Bapa. Karena Yesus dan Bapa adalah satu, maka mereka percaya kepada Yesus dengan kemurahan Allah, mereka bersatu dengan Allah Bapa juga. “Aku dan Bapa adalah satu”.(Yoh 10:30). Ketika seseorang berada di dalam kesatuan dengan Allah, ia berada di dalam sumber hidup. Karena Allah yang Bersama mereka adalah kasih, maka hati mereka akan dipenuhi oleh kasih Allah. “Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.”(1Yoh 4:16). Seseorang yang dipenuhi oleh kasih Allah memiliki kekuatan untuk menghadapi kuasa kegelapan yaitu kebencian, kejahatan, keputus-asaan, kesombongan dan kegelisahan. Ketika segala yang jahat dan yang negatif tidak lagi menguasai hati seseorang, maka yang akan hadir adalah damai dan sejahtera di hati mereka. Semua orang diundang oleh Yesus untuk percaya kepada-Nya dan bersatu dengan Bapa, agar damai sejahtera hadir dalam diri mereka. “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”(Mat 11:28). Damai sejahtera ditawarkan kepada mereka. “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”(Yoh 14:27). Tuhan Yesus lebih mengenal dan mengetahui pergulatan dan derita masing-masing orang, maka Dia siap menerima siapa saja yang datang kepada-Nya. Untuk menerima Yesus Kristus, Dia tidak menuntut apa-apa selain sikap rendah hati. “Aku beryukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.” (Luk 10:21). Yesus tidak minta seseorang untuk mengeluarkan harta benda atau menyita waktu, namun sikap hati yang sederhana agar bisa melepaskan ikatan dan belenggu kecemasan dan kesombongan dibuat oleh pikiran-pikriannya sendiri, dan percaya kepada Kristus, agar Roh-Nya yang bersemayam dan membebaskan kegelisahan dan ketakutan dari hidupnya. Dan biarkanlah Roh Kudus berkuasa dalam diri, maka akan terjadi keajaiban dalam hidup seseorang. Inilah keajaiban tersebut: “…Buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.” (Galatia 5: 22-23). Itulah Damai Sejahtera yang diberikan oleh Yesus Kristus.
Paroki St. Montfort Serawai, Kalbar, ditulis oleh: Rm. Aloysius Didik Setiyawan, CM