Identitasku
Selasa Pekan Biasa X, 9 Juni 2020
Bacaan: 1 Raj. 17:7-16; Matius 5:13-16
Yesus menyampaikan ajaranNya dengan sederhana kepada semua orang yang mendengarkanNya, termasuk kita juga pada jaman sekarang ini. Ia juga menggunakan perumpaan yang bisa ditangkap dan dimengerti oleh para pendengarNya. Dengan mengatakan ‘garam’ dan ‘terang’, Yesus menyadarkan kita semua akan dua hal sederhana, yang selalu menjadi bagian di dalam kehidupan kita setiap hari. Maka dengan mengatakan dua hal itu, kita semua langsung tahu apa itu ‘garam’ dan ‘terang’ dengan kegunaannya.
Namun demikian menjadi berbeda sekali ketika Yesus mengatakan ‘kamu adalah garam dunia’! Ini berarti garam yang berfungsi memberi rasa asin untuk membuat makanan menjadi enak dan sedap itu sekarang diterapkan kepada manusia. Dengan mengatakan demikian, Yesus mau mengingatkan bahwa kita semua dipanggil sebagai ‘garam’ bukan lagi menjadi garam namun sudah garam itu sendiri. Inilah identitas kita, yakni memberi rasa sedap dan enak kepada dunia kita, kita diutus membawa kegembiraan dan sukacita.
Begitu pula ketika Yesus mengatakan, ‘kamu adalah terang dunia’!. Dengan tegas pula Yesus menerapkan hakekat terang itu kepada kita semua, yang bertujuan untuk memberikan terang dan ketenangan bagi dunia sehingga terlepaslah dari rasa takut. Ini juga menjadi identitas kita semua sebagai terang, yang menerangi dan memancarkan sukacita kepada sesama. Semuanya itu menjadi mungkin karena Tuhan Yesus yang mengaruniakannya kepada kita dan memampukan kita untuk memancarkannya kepada dunia sekitar kita. Apakah selama ini kita sudah sadar dan menghidupi identitas diri kita yang adalah garam dan terang dunia ini?