BELAJAR UNTUK JUJUR

BELAJAR UNTUK JUJUR


Matius 11:28-30
Allah mengenal dan mengetahui bagimana kondisi dan pergulatan hidup
masing-masing orang. “Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di
hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang
kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab. “(Ibrani 4:13). Allah
tahu juga apa yang menjadi persoalan hidup manusia, bahkan juga semua
kelemahan dan dosa-dosanya. Oleh karena itu, dihadapan Tuhan Allah, semua
orang tidak bisa menyembunyikan dirinya.
Karena Allah tahu semua yang ada dalam diri setiap orang, maka sikap yang
perlu dibangun adalah jujur dihadapan-Nya. Jika seseorang masih berusaha
menyembunyikan diri, hal tersebut tidak ada gunanya, karena Allah sudah tahu
semuanya. Kejujuran adalah tanda kerendahan hati seseorang. Ketika ada
kerendahan hati, maka seseorang akan dengan gembira menyambut undangan
Kristus untuk datang kepada-Nya. “Marilah kepada-Ku semua yang letih lesu dan
berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”(Mat 11:28).
Dengan demikian, semua orang bisa datang kepada-Nya, jika ia memiliki
kerendahan hati, dengan mau bersikap jujur kepada Tuhan. Tidak sedikit orang
yang kesulitan melakukannya. Apa yang menghalanginya? Seseorang sulit bersikap
jujur karena ingin selalu tampak baik dihadapan semua orang. Ia berpendapat
harga dirinya lebih penting dari nilai-nilai kebenaran; kejujuran dan kerendahan
hati. Akan tetapi sebelum seseorang bisa bersikap jujur dihadapan Tuhan, ia tidak
akan bisa menyambut-Nya. “Ketulusan dan kejujuran kiranya mengawal aku, sebab
aku menanti-nantikan Engkau.”(Mzm 25:21).
Seseorang bisa bersikap tulus, jujur dan rendah hati dari Kristus. “Pikullah
kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah
hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.”(Mat 11:29). Perjalanan hidup
seseorang akan terasa ringan dan damai, ketika berjalan bersama dengan Kristus,
sekalipun harus menghadapi banyak kesulitan dan persoalan hidup. Orang yang
dekat dengan Tuhan, akan bisa lihat semua realita sebagai peristiwa iman, karena
Kristus membantunya untuk mengerti dan memberi makna disetiap hal yang ia
hadapi.”Aku mengajarkan jalan hikmat kepadamu, Aku memimpin engkau di jalan
yang lurus. Bila engkau berjalan langkahmu tidak akan terhambat, bila engaku
berlari engkau tidak akan tersandung.”(Amsal 4:11-12).

Comments are closed.
Translate »