SIAPAKAH YANG BISA MERASAKAN KEHADIRAN TUHAN

SIAPAKAH YANG BISA MERASAKAN KEHADIRAN TUHAN

Rabu, 15 Juli 2020

Matius 11:25-27
Banyak orang ingin melihat tetapi tidak melihatnya dan banyak orang yang
ingin mendengar dan mengalami kehadiran Allah, tetapi juga tidak bisa
mendengarkan dan mengalami-Nya? Lalu siapa yang bisa melihat, mendengar dan
mengalami kasih Tuhan? Semua itu akan tersembunyi bagi orang yang tidak
percaya kepada Yesus dan lebih percaya pada kecerdasan dan pengetahuannya
(harta duniawi). “Aku bersyukur kepada-Mu Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena
semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi
Engkau nyatakan kepada orang kecil.”(Mat 11:25). Mengapa mereka sulit atau
bahkan tidak bisa menangkap dan merasakan kasih Tuhan? Karena hatinya
tertutup oleh pemikiran dan kesombongannya dan bukan karena hal-hal yang lain.
Kemudian, siapakah yang layak menerima Kristus? Yaitu mereka yang
merasa tidak layak dihadapan Tuhan. Mereka yang merasa kecil dan rendah
dihadapan Allah. Mereka adalah orang-orang yang merasa haus, dan rindu oleh
belas kasih Allah. “Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan
orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin
mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.”(Mat 13:17). Oleh
karena itu, apa yang menjadi kebanggaan orang-orang dunia dewasa ini, belum
tentu bisa merasakan damai sejahtera dari Allah.
Apa yang menjadi kebanggaan orang-orang dewasa ini dan jika orang salah
menempatkannya, bisa menjadi penghalang baginya untuk melihat dan mengalami
kasih Tuhan, yaitu uang. “Semua itu didengar oleh orang-orang Farisi, hambahamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Dia. Lalu Ia berkata kepada mereka:
“Kamu mebenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab
apa yang dikagumi menusia, dibenci oleh Allah.”(Luk 16:14-15). Orang-orang yang
menjadi hamba uang, biasanya merasa lebih baik, lebih bijak, lebih pandai dll, dari
orang lain. Saat seseorang merasa lebih dari yang lain, maka ia jatuh dalam sikap
sombong. Oleh karena itu erat sekali hubungannya antara “harta duniawi” dengan
kesombongan.
Oleh karena itu, setiap orang jika ingin sungguh-sungguh dekat dengan
Kristus, ia harus menyangkal diri dan mengosongkan dirinya, sama seperti seorang
hamba di hadapan Tuhan. “Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang
yang mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan
mengikut Aku.”(Mat 16:24)

Comments are closed.
Translate »