Kerajaan Allah terbuka untuk semua orang yang percaya
HARI JUMAT DALAM MINGGU KE 27
9 Oktober, 2020
Galatia 3:7-14
Lukas 11:15-26
Saudara-saudariku terkasih,
Santu Paulus mengingatkan orang-orang Galatia bahwa Yesus Kristus telah menebus kita semua termasuk bangsa-bangsa lain yang oleh iman menerima Roh yang telah dijanjikan. Penegasan ini menjadi sangat penting untuk komunitas Galatia yang masih terus bersitegang sesama yang tidak merasakan kehadiran Roh dengan mereka yang hidup dari iman kepada Allah, yakni mereka yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu, seperti yang ditegaskan dalam Injil hari ini: “Setiap kerajaan yang terpecah-peacah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh.”
Selanjutnya Santu Pauluspun menjelaskan bahwa rahmat ilahi dari Kerajaan Allah menjadi nyata kepada setiap orang yang percaya; oleh karena itu St. Paulus mengatakan: “Olehmu segala bangsa akan diberkati.” Dengan kata lain Santu Paulus terus menerus mengingatkan bahwa perjanjian yang dilakukan dengan Abraham dapat menghantar semua orang yang percaya kepada Kristus, tidak hanya kepada orang-orang Yahudi. Singkatnya kedua bacaan hari ini baik dari surat Santu Paulus kepada jemaat di Galatia maupun Injil Lukasi berbicara dengan sangat tegas akan peranan dan sikap kita sebagai orang beriman dalam hal memberi kesaksian yang menghantar orang lain kepada Kristus.
Baru saja beberapa hari yang lalu saya mendengar kesaksian seorang teman yang benar-benar telah memberi kesaksian hidup imannya kepada orang lain yang bukan Kristen/Katolik. Ia belum lama pindah ke tempat yang baru. Dia tidak pernah mengetahui sebelumnya bahwa dia akan tinggal diantara orang-orang yang tidak seiman dengannya. Tetapi oleh kesaksian hidupnya, keramah tamahannya, tegur sapanya serta keterlibatan dalam kehidupan bermasyarakat di kompleks itu semua orang menjadi sangat bersahabat bahkan mereka bisa saling melayani, saling membantu sebagai keluarga. Mereka bisa saling membagi makanan, entah itu makan pagi, siang ataupun makan malam. Ada lagi pengalaman yang sangat menarik bahwa baru-baru ini ada kesaksian yang dibagi lewat youtube tentang salah satu keluarga kristen yang hidup di gang yang sangat sempit. Keluarga ini mengalami kebaikan, perhatian dan kasih sayang dari orang yang tidak seiman dengan mereka. Ibunya meninggal dunia dan karena mereke tinggal di gang yang sempit, sangat tidak memungkinan untuk menghantar peti jenazah ke dalam rumahnya. Tetapi semua tetangga yang tidak seiman itu, saya katakan terus terang bahwa mereka adalah sesama dari agama Muslim, ikut ambil bagian memberikan dukungan, comfort dan support. Dekat rumahnya ada sebuah Mesjid. Penanggungjawab Mesjid merelakan keluarga yang berduka itu untuk mempergunakan halaman Mesjid untuk membaringkan jenazah yang sudah ada dalam peti agar mereka dapat melakukan upacara sebelum pemakaman. Keluarga yang berduka ini dapat mempergunakan halaman mesjid itu sejak awal sampai dihantar ke pemakaman dan mereka masih juga diijinkan untuk melanjutkan doa sesudah pemakaman di halaman mesjid itu. Peristiwa ini adalah satu kesaksian yang luar biasa dan tolernsi yang sangat tinggi antar umat beragma. Semuanya itu juga tegantung dari kita sendiri sebagai pengikut Kristus dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, bisa saling menghargai dan menghormati. Kehidupan kita dapat menjadi saksi hadirnya Kerajaan Allah untuk sesama dimana saja kita berada, dimana saja kita hidup diantara dan dengan orang lain.
Dalam bacaan Injil hari ini diceritakan bagaimana kekuatan setan dikalahkan/dipatahkan oleh kehadiran Kerajaan Allah. Yesus mengusir setan, menghalau hal-hal yang menghalangi bertumbuhnya kerajaan Allah di dunia ini. Oleh kematianNya di kayu salib, Yesus mengusir setan dengan segala perbuatannya yang jahat; dengan demikian Yesus mengalahkan setan. Oleh karena itu dengan iman yang teguh kepada Kristus yang bangkit bukan tidak mungkin kitapun dapat mengalahkan setan yang selalu berkeliaran mencari dan manguasai mangsanya baik dari luar maupun dari diri kita sendiri. Yang paling utama bahwa kita percaya, Kerajaan Allah sudah dan akan selalu hadir dalam kehidupan kita masing-msing. Amin.
Galatia 3:7-14
Lukas 11:15-26
Saudara-saudariku terkasih,
Santu Paulus mengingatkan orang-orang Galatia bahwa Yesus Kristus telah menebus kita semua termasuk bangsa-bangsa lain yang oleh iman menerima Roh yang telah dijanjikan. Penegasan ini menjadi sangat penting untuk komunitas Galatia yang masih terus bersitegang sesama yang tidak merasakan kehadiran Roh dengan mereka yang hidup dari iman kepada Allah, yakni mereka yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu, seperti yang ditegaskan dalam Injil hari ini: “Setiap kerajaan yang terpecah-peacah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh.”
Selanjutnya Santu Pauluspun menjelaskan bahwa rahmat ilahi dari Kerajaan Allah menjadi nyata kepada setiap orang yang percaya; oleh karena itu St. Paulus mengatakan: “Olehmu segala bangsa akan diberkati.” Dengan kata lain Santu Paulus terus menerus mengingatkan bahwa perjanjian yang dilakukan dengan Abraham dapat menghantar semua orang yang percaya kepada Kristus, tidak hanya kepada orang-orang Yahudi. Singkatnya kedua bacaan hari ini baik dari surat Santu Paulus kepada jemaat di Galatia maupun Injil Lukasi berbicara dengan sangat tegas akan peranan dan sikap kita sebagai orang beriman dalam hal memberi kesaksian yang menghantar orang lain kepada Kristus.
Baru saja beberapa hari yang lalu saya mendengar kesaksian seorang teman yang benar-benar telah memberi kesaksian hidup imannya kepada orang lain yang bukan Kristen/Katolik. Ia belum lama pindah ke tempat yang baru. Dia tidak pernah mengetahui sebelumnya bahwa dia akan tinggal diantara orang-orang yang tidak seiman dengannya. Tetapi oleh kesaksian hidupnya, keramah tamahannya, tegur sapanya serta keterlibatan dalam kehidupan bermasyarakat di kompleks itu semua orang menjadi sangat bersahabat bahkan mereka bisa saling melayani, saling membantu sebagai keluarga. Mereka bisa saling membagi makanan, entah itu makan pagi, siang ataupun makan malam. Ada lagi pengalaman yang sangat menarik bahwa baru-baru ini ada kesaksian yang dibagi lewat youtube tentang salah satu keluarga kristen yang hidup di gang yang sangat sempit. Keluarga ini mengalami kebaikan, perhatian dan kasih sayang dari orang yang tidak seiman dengan mereka. Ibunya meninggal dunia dan karena mereke tinggal di gang yang sempit, sangat tidak memungkinan untuk menghantar peti jenazah ke dalam rumahnya. Tetapi semua tetangga yang tidak seiman itu, saya katakan terus terang bahwa mereka adalah sesama dari agama Muslim, ikut ambil bagian memberikan dukungan, comfort dan support. Dekat rumahnya ada sebuah Mesjid. Penanggungjawab Mesjid merelakan keluarga yang berduka itu untuk mempergunakan halaman Mesjid untuk membaringkan jenazah yang sudah ada dalam peti agar mereka dapat melakukan upacara sebelum pemakaman. Keluarga yang berduka ini dapat mempergunakan halaman mesjid itu sejak awal sampai dihantar ke pemakaman dan mereka masih juga diijinkan untuk melanjutkan doa sesudah pemakaman di halaman mesjid itu. Peristiwa ini adalah satu kesaksian yang luar biasa dan tolernsi yang sangat tinggi antar umat beragma. Semuanya itu juga tegantung dari kita sendiri sebagai pengikut Kristus dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, bisa saling menghargai dan menghormati. Kehidupan kita dapat menjadi saksi hadirnya Kerajaan Allah untuk sesama dimana saja kita berada, dimana saja kita hidup diantara dan dengan orang lain.
Dalam bacaan Injil hari ini diceritakan bagaimana kekuatan setan dikalahkan/dipatahkan oleh kehadiran Kerajaan Allah. Yesus mengusir setan, menghalau hal-hal yang menghalangi bertumbuhnya kerajaan Allah di dunia ini. Oleh kematianNya di kayu salib, Yesus mengusir setan dengan segala perbuatannya yang jahat; dengan demikian Yesus mengalahkan setan. Oleh karena itu dengan iman yang teguh kepada Kristus yang bangkit bukan tidak mungkin kitapun dapat mengalahkan setan yang selalu berkeliaran mencari dan manguasai mangsanya baik dari luar maupun dari diri kita sendiri. Yang paling utama bahwa kita percaya, Kerajaan Allah sudah dan akan selalu hadir dalam kehidupan kita masing-msing. Amin.