Senin Pekan Biasa XVI

Senin Pekan Biasa XVI

Rm Gunawan Wibisono O.Carm

Senin Pekan Biasa XVI
21 Juli 2025
Kel 14, 5-18 + Mzm + Mat 12, 38-42

Lectio
Pada saat itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus: “Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu.” Tetapi jawab-Nya kepada mereka: “Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam. Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan menghukumnya juga. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat setelah mendengar pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus! Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama angkatan ini dan ia akan menghukumnya juga. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!”

Meditatio
Yesus tidak pernah menyatakan diriNya secara terbuka. Yesus tidak pernah mengatakan Akulah Allah yang menjadi Manusia. Akulah Mesias. Yesus tidak pernah menyatakan seperti itu. Hari ini Yesus menyatakan siapakah diriNya dengan berkata: ‘sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus atau Salomo!’. Yesus menyatakan semuanya itu di hadapan kaum Farisi dan para ahli Taurat. Seharusnya mereka semua langsung percaya, tetapi tidaklah demikian. Sepertinya segala kecenderungan inderawi mereka haruslah dipenuhi oleh Yesus. ‘Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu’. Itulah seruan mereka kepada Yesus, dan Yesus hanya menegaskan: ‘angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda’.
Sulit kali mengajak setiap orang untuk diselamatkan; bukan saja bagi mereka yang tertindas, terdesak dan tidak mapan hidup, sebagaimana dilambangkan kaum Israel yang keluar dari Mesir (Kel 14-15), tetapi juga orang yang mapan dan pandai, sebagaimana ditampilkan oleh kaum Farisi dan para ahli Taurat.
‘Seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam’, tegas Yesus. Kita semua orang-orang yang percaya kepadaNya. Dialah Kebangkitan dan Hidup. Tantangan kita adalah bertambahnya hari seharuslah bertambahlah iman kepercayaan kita.

Oratio
Yesus Kristus, Engkau menyatakan diri bahwa Engkau melebihi Salomo ataupun Yunus, sebab memang Engkaulah Kebangkitan dan Hidup. Semoga kami hari demi hari semakin berani percaya dan berpasrah hanya padaMu. Amin.

Contemplatio
‘Sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus atau Salomo!’.

BELAS KASIHAN

BELAS KASIHAN

RENUNGAN LUBUK HATI
Jumat 18 Juli 2025
Hari Biasa, Pekan Biasa XV
Matius 12:1-8

Salah satu pertanyaan yang dapat tanyakan dari waktu ke waktu adalah, ‘Apa yang Tuhan kehendaki atas hidup kita?’ Kita mungkin tidak selalu berhasil untuk menjawab dan melakukan apa yang Tuhan kehendaki, tetapi kita tetap berusaha untuk memahami apa yang Tuhan kehendaki atas hidup kita. Kita percaya bahwa Yesuslah yang telah menunjukkan kepada kita apa yang Tuhan inginkan dan kehendaki, lebih dari manusia mana pun yang pernah hidup.

Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengutip dari nabi Hosea untuk menunjukkan kepada kita apa yang Tuhan kehendaki, ‘Yang Kukehendaki ialah adalah belas kasihan, dan bukan persembahan. Tentu kamu tidak menghukum orang yang bersalah’ (Mat 12:7). Menurut Yesus, Dia menempatkan nilai yang lebih tinggi pada cinta belas kasihan terhadap orang lain; daripada mempersembahkan korban di Bait Suci.

Yesus mengucapkan kata-kata dari Nabi Hosea kepada orang-orang Farisi yang mengkritik murid-murid Yesus karena mereka memuaskan rasa lapar pada hari Sabat dengan memetik bulir gandum dan memakannya. Mereka menganggap hal itu sebagai bentuk pekerjaan yang dilarang pada hari Sabat. Rupanya ada kurangnya “belas kasihan” di pihak mereka terhadap murid-murid Yesus yang lapar. Mereka begitu mudah menilai dan menghakimi.

Mereka menafsirkan secara ketat terhadap hukum Sabat yang membuat mereka begitu mudah untuk menilai dan menghakimi. Mereka perlu diingatkan bahwa apa yang Tuhan inginkan di atas segalanya adalah ‘Belas Kasihan’, kesediaan untuk membiarkan kelemahan manusia, dalam hal ini kelemahan tubuh, kebutuhan untuk memuaskan rasa lapar, bahkan pada hari Sabat.

Peristiwa itu adalah pengingat atas apa saja yang kita butuhkan dari waktu ke waktu. Kita semua bisa tergoda untuk menilai dan menghakimi orang lain secara tidak adil dan tidak perlu. Kita tidak membiarkan kelemahan manusiawi diri kita harus menjadi ukuran bagi orang lain supaya kita menilai dan menghakimi sesama.

Yesus menyatakan sebagai Tuhan yang penuh belas kasihan, itulah sebabnya Yesus seringkali bersama dengan orang-orang yang dianggap berdosa pada saat itu, termasuk orang-orang yang melanggar Hukum Yahudi dengan berbagai cara, termasuk Hukum Sabat. Kita diciptakan menurut gambar Allah, Yesus mengingatkan kepada kita dalam bacaan Injil hari ini bahwa Allah ingin agar kita berbelas kasih seperti Allah berbelas kasih . Jika kita telah menerima belas kasih dari Tuhan, maka kita harus siap dan mau untuk berbelas kasih dengan sesama untuk tidak mudah menilai dan menghakimi orang lain dengan ukuran diri kita. Semoga dalam hidup harian kita; membiarkan “hukum kasih” berkuasa dalam hidup kita.

Ikan dorang, ikan sepat
Sembunyi di balik batu bongkahan
Jalani hidup yang tepat
Hukum Kasih : Belas kasihan.

(RD. Ignasius Adam Suncoko)

Translate »