Browsed by
Month: June 2015

Kecemasan

Kecemasan

Don-T-Worry-Be-Happy-Dont-Collections-wallpapers

2Kor 12:1-10

Mat 6:24-34

 

Dalam Injil hari ini Yesus memberikan anjuran praktis tentang bagaimana kita seharusnya hidup.

“Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting daripada makanan dan tubuh itu lebih penting daripada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak menumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu di surga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?”

Kadang-kadang perhatian dan hidup kita terkuras habis oleh kecemasan yang berlebihan terutama akan apa yang akan kita makan, minum, dan pakai. Kecemasan-kecemasan ini membawa serta banyak persoalan lain yang tidak pernah terjadi. Rasa cemas berlebihan membawa ketidakgembiraan, rasa sakit, ngeri, kebingungan, dll.

Kendati demikian, itu tidak berarti bahwa kita tidak perlu bekerja untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan di atas. Yang ditekankan oleh Yesus adalah bahwa manusia itu lebih penting dari barang-barang. Kekayaan yang dimiliki lebih rendah dari martabat manusia. Barang adalah barang, manusia adalah manusia, ciptaan yang serupa dan segambar dengan Allah.

Yesus mau menekankan bahwa kecemasan berlebihan tidak membawa kegembiraan dan kebebasan karena jiwa manusia tertekan oleh banyak harapan yang tidak masuk akal. Dalam situasi ini kepercayaan akan Allah merosot dan menjadi keraguan. Akibatnya hilang kepecayaan dan sukacita yang jauh lebih berarti dalam hidup ini. Uang bukan solusi satu-satunya dalam hidup ini. Uang adalah uang, alat tukar menukar untuk memperlancar pertukaran ekonomis. Uang bukan Tuhan.

“Carilah lebih dulu Allah dan Kerajaan-Nya, dan segala sesuatu akan ditambahkan kepadamu,” demikian ajakan Yesus untuk kita hari ini. Jangan cemas, percayalah kepada Tuhan, sumber kegembiraan dan sukacita sehari-hari.

Harta abadi

Harta abadi

polls_meaning_of_life_4602_884159_poll_xlarge

2Kor 11:18.21b-30

Mat 6:19-23

 

Pernah ada percakapan dengan seorang ibu demikian:

Ibu: Romo, saya sudah berumur 93 tahun, anak-anak sudah besar, sudah kawin semuanya dan sukses. Sekarang saya dimasukan ke care center. Ada carer yang mengurus saya.

Romo: Ada cucu-cucu?

Ibu: Oh, banyak sekali, ada cece juga (jawabnya dengan semangat).

Romo: Apakah anak-anak dan cucu-cuce datang kunjung?

Ibu: Ya, mereka selalu datang. Kadang weekend mereka bawa saya ke restaurant. Saya senang. But, what is the goal of my life, Father?

Dengan nada sedikit lebih tinggi, ia mengulangi lagi pertanyaan di atas, dan lantas mengatakan: I just want to die now. I don’t know the goal of my life!

***

Yesus dalam kotbah-Nya hari ini mengundang para murid-Nya untuk bernalar bersama-Nya tentang harta.

Harta adalah possessions, barang-barang yang kita punya yang membantu kita untuk menunaikan hidup kita selama tinggal di atas bumi ini. Seperti tanah, rumah, makanan, uang, kendaraan, pakaian, cellphone, dst. Semua ini berguna. Miskin, tidak punya apa-apa akan melarat, hidup susah, sakit, stress, dan mati. Karena itu kita harus bekerja. Tanpa kerja, orang tidak merasa tenang karena tidak ada sumber penghasilan. Karena itu, orang akan merasa frustrasi, marah, stress, jika pekerjaan diambil orang, atau gagal dalam bekerja.

Barang-barang duniawi bisa habis terpakai, bisa rusak, lalu dibuang kalau nilai gunanya habis. Yesus bilang bisa dimakan ngengat. Kendati sifatnya temporal tetapi sangat esensial.

Yesus tidak melarang orang memiliki harta duniawi. Tetapi, seperti pertanyaan di atas, Yesus ingin menyelaraskan hidup manusia menurut petunjuk, hukum Injil agar hidup mencapai kepenuhannya. Yesus berkata, “kumpulkanlah bagimu harta di sorga.”

Ada banyak harta. Ada harta fisik yang bisa diraba, dilihat, disimpan dalam waktu dan ruang. Tetapi ada harta yang tidak bisa dilihat dan diraba, harta rohani yang melampaui dunia ini. Di dalam hati, harta rohani harusnya itu bersemayam. Harta yang sesungguhnya, harusnya disimpan di dalam hati yang baik di mana sukacita dan damai selalu terpancar bagi sesama.

Jadi Yesus membawa para murid bernalar dan mendorong mereka berbuat baik demi kemuliaan Tuhan dan kebahagiaan sesama manusia.

Kita juga diundang untuk masuk ke dalam nalar Injil bersama para murid. Injil memotivasi perbuatan-perbuatan kita agar menjadi terang bagi dunia, menebarkan kabar sukacita, damai dan pengampunan bagi sesama yang membutuhkannya sehingga dengannya kita boleh berharap sampai kepada kepenuhan hidup kita, yakni hidup surgawi yang telah dibawa dan dihadirkan dalam diri Yesus, harta abadi kita yang sesungguhnya.

Doa Tuhan

Doa Tuhan

pray together

 

2Kor.11:1-11

Mat. 6:7-15

 

Yesus, dalam Injil hari ini mengatakan bahwa sebelum manusia berdoa Allah sudah mengetahui lebih dulu apa yang dibutuhkannya. Karena itu dalam berdoa, kita tidak pernah mendesak Allah, menuntut agar Allah mengikuti kehendak kita, melainkan sebaliknya membiarkan kehendak-Nyalah yang menjadi nyata dalam hidup kita.

Tentang Doa Bapa Kami, Paus Benediktus ke-16 menulis: “Allah bukanlah seorang asing yang berada nun jauh di sana. Ia memperlihatkan wajah-Nya kepada kita dalam diri Yesus.” Yesus meminta para murid agar menjadi “penyembah-penyembah yang benar,” bukan berhala, paganus, yang mengumbar-umbar kata. Sebab sesungguh kita manusia tidak tahu bagaimana seharusnya berdoa (Rm 8:26). Tapi dalam Kristus Tuhan kita didekati oleh-Nya guna membantu kita berdoa. Ia memberi kita kata-kata, menyanggupkan hati dan batin kita dan memperkenalkan kepada kita bagaimana caranya dalam berdoa. (Yesus dari Nazaret, 2008: 138 dst).

Melalui pembaptisan kita sudah diperkenankan untuk memanggil-Nya Bapa yang diwahyukan oleh Putra melalui Roh Kudus. Di sini doa-doa kita selalu mengungkapkan kesatuan mistik Kristus dengan Gereja-Nya. Dan di dalam Ekaristi kita diangkat dan disatukan dengan korban Kristus di Salib yang menganugerahkan kita Tubuh dan Darah-Nya sebagai santapan rohani bagi kehidupan kita sekarang dan yang akan datang.

Marilah berdoa:

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,

datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya

dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.

Translate »