Browsed by
Month: July 2016

Kamis, 7 Juli 2016

Kamis, 7 Juli 2016

 

Bacaan-Bacaan Misa Hari ini: Hos. 11:1, 3-4, 8c-9; Mat. 10:7-15.

Kembali kita mendengarkan gema tanda-tanda ajaib yang menyertai para Rasul ketika mereka diutus untuk mewartakan kabar suka cita bahwa Allah menyelamatkan umat manusia dalam dan melalui Yesus Kristus PuteraNya. Para Rasul mendapatkan kekuatan dan kuasa dalam nama Yesus untuk menyelamatkan yakni dengan hadirnya tanda-tanda penyembuhan atas penyakit, bersihnya kembali kulit orang-orang yang kena lepra, kebangkitan orang-orang yang mati dan pengusiran Setan-Setan. Situasi damai sejahtera terpenuhi di dalam diri Yesus. Tanda-tanda tadi akan menguatkan iman umat akan Tuhan yang menyelamatkan.

Namun sayangnya, tidak semua orang mempunyai kehendak baik untuk menerima kabar suka cita dengan percaya kepada Tuhan Yesus sang juru selamat. Para utusan mendapatkan kekuatan rohani agar mereka mengandalkan Allah yang memberikan segala kebutuhan mereka selama tugas perutusan itu, melalui kebaikan hati banyak orang yang berkehendak baik. Dengan uluran tangan mereka itu karya para utusan untuk mengabarkan suka cita keselamatan bisa terjamin kelancarannya.

Beranikah kita mengandalkan Tuhan sepenuhnya akan makna dan kebahagiaan hidup kita di masa mendatang? Bukankah kita lebih sering mengeluh dan kecewa akan masa yang lalu dan ketakutan akan masa mendatang sedemikian rupa sehingga masa kini yang seharusnya kita isi dengan karya mewartakan kabar gembira, malah dipenuhi dengan kekuatiran yang tidak perlu?

Berbagai macam penyakit di badan, ketidakpedulian akan moralitas, ketegangan sehari-hari dan bisikan jahat dari Setan merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari hidup kita sehari-hari. Sadarkah kita bahwa semua itu bisa disembuhkan, dihancurkan, dan dikalahkan oleh kuasa dan kekuatan Tuhan Yesus?

Sebelum kita menyambut Tubuh Kristus dalam perayaan Ekaristi, kita diajak berdoa mengakui kedosaan kita dan juga kita diundang untuk mengandalkan kekuatan Allah dengan ungkapan ini: Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang ke dalam gubuk saya, namun bersabdalah saja maka jiwa saya pasti sembuh, artinya saya pasti diselamatkan oleh Tubuh dan Darah Kristus.

Rabu, 6 Juli 2016

Rabu, 6 Juli 2016

 

Bacaan-Bacaan Misa Hari ini: Hos. 10:1-3, 7-8,12; Mat. 10:1-7.

Kembali kita diingatkan akan kekuatan kuasa penyelamatan Allah kepada umat manusia. Para Rasul diajak untuk terlibat dalam pewartaan bahwa Allah akan segera memerintah sebagai Raja. Kejadian-kejadian ajaib yang muncul ketika roh-roh jahat diusir dan macam-macam penyakit disembuhkan merupakan tanda-tanda akan kehadiran Allah yang menyelamatkan itu.

Semasa hidup publik Yesus, seperti dilaporkan oleh Injil, mukjijat-mukjijat menempati tempat sangat penting, bukan hanya karena jumlahnya, tetapi juga karena maknanya yang berharga. Mukjijat-mukjijat tidak hanya muncul sebagai suatu yang melimpahkan kejadian-kejadian yang sangat menakjubkan dan indah. Mukjijat-mukjijat di dalam dirinya sendiri merupakan bagian dari kabar gembira, suatu pesan keselamatan.

Mukjijat-mukjijat adalah manifestasi kekuatan. Kekuatan tidak dalam arti yang menekankan ciri-ciri luar biasa atau para-normal akan intervensi ilahi, tetapi kehadiran Allah yang menyelamatkan; suatu kemenangan dalam kemegahan kekuatan Allah atas kekuatan-kekuatan Setan. Inilah saatnya Allah datang menjadi Raja.

Hari ini kembali kita diingatkan akan betapa besar Kasih Allah kepada kita manusia. Allah mengundang kita untuk diselamatkan dari kekuatan-kekuatan Setan yang mengungkung umat manusia. Kekuatan-kekluatan Setan itu bisa berwujud dalam segala macam bentuk kejahatan yang merendahkan martabat manusia.

Kejahatan bisa muncul karena kemiskinan. Namun tidak semua situasi kemiskinan menyebabkan munculnya kejahatan. Kejahatan muncul dari hati manusia karena bisikan kekuatan-kekuatan jahat. Dengan hadirnya kekuatan Allah atau Allah merajai hati kita, maka kita bisa melihat tanda-tanda keselamatan ketika kekuatan-kekuatan jahat itu dikalahkan.

Doa menjadi unsur utama bagi kita untuk mengalahkan kekuatan-kekuatan bisikan Setan. Karena di dalam doa kita membiarkan Allah hadir dan merajai hidup kita.

Selasa, 5 Juli 2016

Selasa, 5 Juli 2016

 

Bacaan-Bacaan Misa Hari ini: Hos. 8:4-7, 11-13; Mat. 9:32-38.

Kembali kita mendengarkan kekuatan ke-Allah-an Yesus yang menghacurkan kekuatan Setan. Tanda ini haruslah membuat kita semakin yakin akan kekuatan Tuhan yang menyertai hidup kita sehari-hari dalam perziarahan menuju kerajaan Allah dan kebangkitan pada akhir jaman.

Kabar gembira yang dihadirkan oleh Yesus melalui tanda-tanda ajaib tadi perlu disebarkan oleh para pengikutNya. Karena jumlah umat manusia yang membutuhkan keselamatan sangatlah banyak, Tuhan membutuhkan semakin banyak orang untuk bersedia terlibat menyebarkan kabar sukacita keselamatan kekal ini. Sesungguhnya setiap anggota Gereja sebagai Umat Allah dipanggil untuk terlibat secara aktif menjadi pewarta kabar suka cita kepada dunia.

Yesus mengajak orang untuk menjadi pendoa. Artinya menjadi orang-orang yang bersedia dilibatkan dalam karya keselamatan dan melibatkan Tuhan yang menyelamatkan di dalam hidup sehari-hari sedemikian rupa sehingga Tuhan akan memanggil dan mengutus semakin banyak orang untuk menjadi pewarta kabar gembira baik sebagai Imam, Religius atau pun awam yang tangguh.

Kita berdoa bagi kaum muda khususnya, semoga anak-anak muda bersedia memilih untuk berdoa lebih banyak dari pada memilih tawaran dunia hiburan masa kini.

Kita berdoa agar hubungan antara kita sebagai orang Katolik dan dunia sekuler disembuhkan, sehingga kita menyadari makna sejati kehidupan bahwa kita dipanggil untuk menyempurnakan dunia ini dan bukan untuk terhanyut dan terlena mengikuti tawaran budaya sekuler yang mengadung kepalsuan.

Kita berdoa bagi keluarga-keluarga agar semakin mengalami tanda-tanda kabar gembira, bahwa Tuhan mencintai umat manusia melalui semakin dalamnya cinta antara suami-isteri; cinta antara orang tua dan anak-anak. Semoga cinta kasih itu

terwujud dengan saling membantu, saling menguatkan, saling memaafkan, saling bersedia berkorban, dan saling mendoakan.

Kita berdoa bagi diri kita pribadi agar kita disembuhkan dari berbagai macam penyakit baik fisik, moral, dan rohani.

Senin, 4 Juli 2016

Senin, 4 Juli 2016

 

Bacaan-Bacaan Misa Hari ini: Hos. 2:16, 17c-18, 21-22; Mat. 9:18-26

Hari ini kita menyadari lebih dalam lagi tentang misteri keselamatan khususnya keselamatan pada akhir jaman. Mukjijat-mukjijat yang Yesus lakukan adalah tanda-tanda akan datangnya keselamatan pada akhir jaman. Para pengikutNya waktu itu diajak untuk mengalami kekuatan ke-Allah-an Yesus Kristus melalui penyembuhan atas diri seorang ibu yang sakit dan pembangkitan seorang anak perempuan dari kematian.

Mukjijat-mukjijat itu dimaksudkan agar orang-orang memahami makna kehidupan sekarang ini yang sedang menuju kepada kehidupan kekal yakni adanya kebangkitan pada akhir jaman. Mukjijat-mikjijat tadi juga dimaksudkan agar orang-orang mengalami kebahagiaan melalui tanda-tanda yang Yesus lakukan (penyembuhan dan pembangkitan) karena ada janji yang jelas dari Yesus Kristus akan kebahagiaan kekal pada akhir jaman, di mana situasi kehidupan akan membahagiakan karena tidak akan ada lagi penyakit dan kematian.

Oleh karena itu bagi kita orang Katolik yang masih berjuang di dunia ini, kita hendaknya selalu bergembira ketika mendengarkan tanda-tanda yang Yesus lalukan melalui pembacaan kitab suci. Dengannya kita hendaknya berusaha mau menjadi kritis dan rasional dalam membuat pilihan terhadap aneka tawaran dunia sekuler masa kini ini. Ada banyak hiburan yang akan mengaburkan jalan perziarahan kita menuju kebahagiaan kekal. Ada banyak tawaran dunia sekuler ini yang akan membelokkan perziarahan kita dari makna sejati akhir jaman.

Tidak semua hasil dunia sekuler adalah jelek dan membahayakan iman. Ada banyak produk dari dunia sekuler yang baik yang akan membantu perziarahan kita. Kita diajak memilih mana yang benar dan berguna bagi keselamatan kita. Tuhan Yesus telah membuka jalan bagi kta menuju kebahagiaan kekal. Kita diundang untuk menyertakan Dia dalam perziarahan ini. Untuk itu sering kita harus memilih antara menjadi pendoa dengan demikian menyertakan Yesus dalam perziarahan atau kita memilih melupakan Dia sama sekali.

CINTA DAN KETULUSAN

CINTA DAN KETULUSAN

Sabtu, 2 Juli 2016

 

Am 9:11-15

Mat 9:14-17

Segala yang baik perlu dilandasi motivasi yang baik. Jika tindakan yang baik dilandasi motivasi yang kurang baik misalnya orang berpuasa dengan harapan mendapatkan pengormatan dari sesamanya, maka apa yang dilakukan tidak punya arti apa-apa. Tuhan Yesus mengajak kepada semua muridNya untuk memiliki motivasi yang murni dan tulus dalam melakukan segala yang baik.

Dalam masyarakat sering kita jumpai orang berbuat baik namun dibalik semua itu mereka mengharapkan sesuatu yang lain; pengormatan, dukungan, kedudukan/jabatan dll. Bukan seperti itu yang diharapkan Yesus kepada para murid Nya. Yesus mengharapkan bahwa para muridNya bertindak atas nama kasih yang tulus. Segala hal jika dilandasi oleh kasih yang tulus maka buah yang dihasilkan adalah kebaikan, damai sejahtera.

Anggur yang baru adalah kebaikan-kebaikan yang menjadi keutamaan yang senantiasa kita perjuangkan. Kantong kulit baru adalah hati yang baru yang disemangati oleh ketulusan dan cinta Kristus. Segala yang baik jika kita lakukan dalam ketulusan dan kita persembahkan demi cinta kita kepada Kristus maka akan berdampak positif bagi lingkungan disekitar kita.

Marilah berdoa

Tuhan Maha kasih, ajarilah kami menjadi pribadi yang tulus dan penuh dengan cinta, agar dimana pun kami berada bisa menjadi saksi-saksi Mu yang sejati. Karena Dikau telah mengajarkan bahwa ketulusan dan cinta adalah motivasi yang pokok untuk menjadi pelayan dan pewarta kebaikan Mu di dunia. Demi Kristus Tuhan dan penyelamat kami, Amin.

Translate ยป