Browsed by
Month: December 2016

Bunda Guadalupe

Bunda Guadalupe

Senin, 12 Desember 2016

Hari Raya Pesta Maria Bunda Guadalupe

PAINTING OF OUR LADY OF GUADALUPE

Zakaria 2:14-17
Judith 13:18-19
Lukas 1:26-38

Kami yang tinggal di benua Amerika hari ini merayakan Hari Raya Pesta Santa Maria, Bunda Guadalupe. Paus Pius X menetapkan Maria Bunda Guadalupe sebagai santa pelindung Amerika Latin tahun 1910, tetapi Paus Pius XII memperluasnya menjadi santa pelindung seluruh benua Amerika di tahun 1946.

Nama Guadalupe sendiri adalah nama sebuah desa di pinggiran Mexico City, ibukota teritori kolonial baru bangsa Spanyol di Amerika Tengah. Di sinilah tahun 1531 Bunda Maria menampakkan dirinya kepada seorang petani miskin bangsa asli Mexico kuno, Juan Diego. Untuk meyakinkan orang-orang supaya percaya pada penampakan itu, Juan Diego diberikan sebuah mujizat. Tiba-tiba muncul gambar di mantelnya, gambar yang sampai sekarang masih kita bisa lihat sebagai ikon Maria Bunda Guadalupe. Mantel asli Juan Diego pun masih utuh dan dapat dilihat di Basilika Guadalupe di Mexico City.

Gambar Maria yang dianugerahkan pada Juan Diego sangat berbeda dengan gambar Maria yang bisa ditemui di lukisan-lukisan yang dibawa oleh bangsa Spanyol ke teritori baru ini. Dia bukan lagi seorang wanita dengan kulit putih yang mengenakan baju sesuai selera bangsa Eropa. Gambar Bunda Maria di Guadalupe adalah seorang berkulit gelap, warna kulit penduduk asli Mexico yang dikolonisasi dan kadang ditindas oleh orang Spanyol. Waktu Bunda Maria berbicara pada Juan Diego dalam penampakannya, ia tidak berbicara bahasa Spanyol, tetapi Nahuatl, bahasa sehari-hari yang digunakan Juan Diego dan penduduk asli sekitar tempat itu.

Kisah penampakan Maria pada Juan Diego di Guadalupe ini memiliki sedikit kesamaan dengan kisah Maria sendiri yang didatangi oleh Malaikat Gabriel yang membawa kabar bahwa ia akan mengandung dan melahirkan Sang Mesias. Maria dari Nazareth dan Juan Diego dari Guadalupe pada mulanya bukanlah siapa-siapa. Tetapi Tuhan telah meninggikan mereka yang rendah, memakai mereka untuk karyaNya yang besar.

Semoga peringatan Maria Bunda Guadalupe mengingatkan kita akan penyertaan senantiasa Tuhan dalam hidup kita, terutama melalui Ibu kita Maria. Dia Ibu kita yang berbisik menenangkan kita, yang merasakan penderitaan kita dan ikut menangis bersama kita, yang ikut bersukacita akan kegembiraan kita, yang berjalan di samping kita dalam perjalanan hidup kita di dunia ini.

Adven 2 – Sabtu 10 Desember 2016

Adven 2 – Sabtu 10 Desember 2016

Adven 2 – Sabtu 10 Desember 2016

Matius (17:10-13)

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya turun dari gunung, para murid bertanya kepada-Nya, “Mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?” Yesus menjawab, “Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu. Dan Aku berkata kepadamu, Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian pula Anak Manusia akan menderita oleh mereka.” Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis.

Cerita Injil hari ini sebenarnya lanjutan dari cerita tentang transfigurasi Yesus di atas gunung yang disaksikan oleh Petrus, Yakobus dan Yohanes. Setelah mengalami pengalaman yang mengagumkan, Yesus memerintah ketiga muridNya untuk tidak menceritakan apapun tentang apa yang mereka lihat. Ketika Yesus dan murid-muridNya turun dari gunung, salah satu muridNya bertanya tentang Elia dimana orang Yahudi percaya bahwa Elia akan megumumkan kedatangan Mesias. Terhadap pertanyaan itu Yesus berkata ”Elia sudah datang dalam diri Yohanes Pembaptis, akan tetapi orang Yahudi tidak mengenalnya bahkan memperlakukanya menurut kehendak mereka.

Dalam cara yang sama, banyak orang Yahudi tidak mengenal Mengenal Meisas yang telah datang dalam diri Yesus. Sama seperti nabi-nabi sebelumnya, Yesus pun akan menderita oleh orang-orangNya sendiri.

Dalam pengalaman hidup kita sebagai pengikut Yesus, berapa banyak kali kita gagal untuk mengerti, percaya dan mengakui kehadiran Yesus ditengah-tengah kita? Berapa sering kita gagal untuk memahami kehendak Tuhan karena mengikuti kehendak kita sendiri?

Bacaan injil Hari ini mengajak kita untuk melihat kehadiran Tuhan dengan hati dan pandangan yang baru terutama melalui orang-orang yang dipakai oleh Tuhan sendiri. Orang-orang tersebut bisa saja keluarga kita, sahabat, teman keja bahkan bisa jadi orang yang tidak kita sukai.

Dalam masa adven ini kita berdoa semoga kita mampu melihat kehadiran Mesias yang di janjikan dalam diri setiap orang yang kita jumpai

Adven 2 – Jumat, 9 Desember 2016

Adven 2 – Jumat, 9 Desember 2016

Adven 2 – Jumat, 9 Desember 2016

Matius (11:16-19)

Yesus berkata kepada orang banyak, “Dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya, ‘Kami meniup seruling bagimu, tetapi kalian tidak menari. Kami menyanyikan kidung duka, tetapi kalian tidak berkabung.’ Sebab Yohanes Pembaptis datang, ia tidak makan dan tidak minum, dan mereka berkata, ‘Ia kerasukan setan’. Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata, ‘Lihatlah, seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang-orang berdosa’. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya.

Yesus dalam bacaan Injil hari ini berkata ”Dengan apa akan Kuumpamakan angkatan ini? Melalui kata-kata ini, Yesus sebenarnya menegur sikap atau cara orang Yahudi yang terlihat kekanak-kanakan. Tuhan telah melakukan hal-hal yang baik terhadap mereka, akan tetapi mereka menolak untuk percaya, mereka menolak untuk menerimanya, tidak mau berubah menjadi lebi baik dan tidak mau terbuka untuk bekerja sama dengan Tuhan.

Bagaimana dengan generasi kita? Apakah kita terbuka terhadap tuntunan Roh Kudus yang membawa kita kepada apa yang Dia kehendaki? Apakah kita terbuka terhadap perubahan dan hal-hal baru yang Tuhan berikan dalam hidup kita,dalam gereja dan dunia? Sesungguhnya, Tuhan memanggil kita untuk berubah kearah yang lebih baik dan selalu bersedia untuk menjadi agen perubahan demi kemuliaan Tuhan.

Bagaimana caranya kita secara otentik mau berubah demi mengikuti Tuhan? Pertama-tama kita memohon rahmat dan anugerahNya untuk berubah. Kemudian kita butuh jatuh cinta dengan Yesus. Kalau kita telah jatuh cintah denganNya, kita dengan sendirinya berubah karena hidup kita selalu sesuai dengan perintahNya. Kendati mengikuti Yesus tidak selalu mudah akan tetapi kita tetap bersedia dan teguh mengikutiNya. Kita tidak lagi hidup sesuai dengan apa yang kita kehendaki tetapi berusaha untuk setia melakukan kehendak Tuhan. Itulah Cinta. Itulah kebahagiaan sesungguhnya. Inilah citra kita manusia sejak di ciptakan.

Adven mengingatkan kita untuk kembali ke fitra kita sebagai pribadi yang dicintai Tuhan, dan sekaligus mengajak kita mengexprersikan cinta kita kepada Tuhan melalui pelayanan kasih kepada sesama.

Hari Raya SP Maria Dikandung Tanpa Noda

Hari Raya SP Maria Dikandung Tanpa Noda

Adven 2 – Kamis, 8 Desemmber 2016

Hari Raya SP Maria Dikandung Tanpa Noda

Lukas (1:26-38)

Dalam bulan yang keenam Allah mengutus Malaikat Gabriel ke sebuah kota di Galilea, bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika masuk ke rumah Maria, malaikat itu berkata, “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.” Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya, “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya. Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya, dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.” Kata Maria kepada malaikat itu, “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku tidak bersuami?” jawab malaikat itu kepadanya, “Roh Kudus akan turun atasmu, dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya, dan inilah bulan yang keenam bagi dia yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” Maka kata Maria, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; terjadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

Hari ini gereja Katolik merayakan hari raya santa perawan Maria dikandung tanpa noda dosa dalam rahim ibunya, Anna. Salah satu gelar bunda Maria adalah “hawa baru”. Hal ini dapat kita lihat dalam bacaan pertama hari ini, kitab kejadian. Karena dosa Hawa, kematian datang ke dunia, akan tetapi karena Maria, kehidupan baru datang ke dunia melalui kelahiran Yesus putranya. Kematian datang melalui buah dari pohon yang dimakan adam. Kehidupan datang melalui Yesus yang mati di kayu salib.

Mungkin kita bertemu dengan orang yang mengatakan, mustahil Bunda Maria dikandung tanpa noda dosa. Dia seratus persen manusia seperti kita. Apa jawaban kita? Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Mengapa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan? Jika Tuhan menghendaki anakNya hadir ke dunia melalui bejana sempurna, apakah Dia tidak bisa melakukannya? Kita tidak bisa memasukan Tuhan dalam box seperti yang kita pikirkan.

Sebagaimana Tuhan itu baik dengan belaskasih dan cintaNya, Dia dapat membuat keajaiban dan mujizat yang mungkin bagi manusia itu mustahil. Dalam kitab suci banyak kisah yang menunjukan hal itu. Tuhan memberikan upah yang sama dengan pekerja yang bekerja jam lima sore dan pekerja yang bekerja dari jam Sembilan pagi. Dia mengatakan kepada penjahat yang disalibkan bersama Dia “ hari ini juga engkau akan bersama aku berada dalam surga”. Tuhan adalah pencipta kehidupan, pencipta alam semesta, Dia dapat melakukan apapun yang Dia kehendaki termasuk membebaskan Maria dari dosa asal dalam rahim ibunya.

Peringatan St. Ambrosius, uskup dan doctor Gereja

Peringatan St. Ambrosius, uskup dan doctor Gereja

Rabu – Adven 2 – 7 Desember 2016

Peringatan St. Ambrosius, uskup dan doctor Gereja

Matius (11:28-30)

Sekali peristiwa bersabdalah Yesus, “Datanglah kepada-Ku, kalian semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah-lembut dan rendah hati. Maka hatimu akan mendapat ketenangan. Sebab enaklah kuk yang Kupasang, dan ringanlah beban-Ku.

Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengajak kita pengikutNya yang merasa penat atau beban dalam mengikuti Dia. Dia berjanji akan memberikan kelegaan kepada kita. Pertanyaannya, seperti apakah kelegaan yang akan diberikan Yesus kepada kita? Dlam bahasa Yunani, “kelegaan” menunjuk pada pembaharuan atau penyegaran kembali. Kelegaan tidak berarti beban yang kita pikul itu hilang atau kita tidak merasa lelah lagi. Akan tetapi kelegaan bersama Yesus memampukan kita untuk membaharui semangat kita, motivasi kita kembali disegarkan untuk terus mengikuti Yesus.

Kata “kuk” berati kayu lengkung yang dipasang di tengkuk kerbau (lembu) untuk menarik bajak (pedati dan sebagainya). Dalam bahasa Ibrani, kata kuk bermakna kiasan yang menggambarkan perbudakan, penderitaan, tunduk, menyerah, disiplin, tugas dan kepatuhan. Mereka berbicara tentang kuk hukum, perintah, kerajaan, Allah. Mereka juga berbicara tentang kebebasan, hidup, dan penyerahan diri kepada Tuhan.

Yesusk mengajak kita untuk datang kepadaNya Karen bebanNya mudah/enak dan ringan. Dia menawarkan kepada kita kerajaan kebenaran, damai dan sukacita. Dalam kerajaanNya, dosa kita tidak hanya di ampuni tetapi juga dihapus dan hidup kekal diberikan kepada kita pengikutnya. Kuk kerajaan Yesus, aturan dan cara hidupNya, membebaskan kita dari beban rasa bersalah dan dari penindasan dosa serta perasaan yang menyakitkan.

Mari kita terima undangan Yesus untuk datang kepadaNa untuk penyegaran rohani bersama Diajika kita merasa lelah dan mempunyai beban dalam mengikuti Dia.

Menerima undangan Yesus ini tidak berarti bahwa kita tidak lagi mengalami kesulitan dan cobaan dalam hidup ini. Akan tetapi Yeses memberi makna baru dan berbeda bagi setiap beban yang kita pikul, membimbing dan membantu kita dalam mengahadapinya. Bersama Yesus kita dapat menghadapi berbagai tantangan karena Dia selalu berada bersama kita dan memberi kita kekuatan, memberi kita arah/ jalan keluar dan penghiburan dari segala bentuk pencobaan atau beban. Jangan pernah kita menolak undangNya karena Dia memahami apa yang kita alami dalam hidup ini.

Undangan Yesus ini sungguh meneguhkan kita terutama dalam masa adven ini bagi kebanyakan dari kita yang hari-hari selalu sibuk dengan perkara-perkara duniawi. Waktu ini adalah waktu yang baik bagi kita, berhenti sejenak untuk menimbah kekuatan, penyegaran kembali hidup rohani kita bersama Yesus.

Translate »