Browsed by
Month: June 2017

Belajar Jujur

Belajar Jujur

Sabtu, 17 Juni 2017

 

Belajar Jujur

 

Matius 5:33-37

 

Yesus mengajak para murid selalu hidup jujur.  Kejujuran bersumber dari dalam hati yang dilandasi ketaatan kepada kehendak Allah. Ketika manusia bersandar kepada Allah dan berpusat pada Nya maka Allah akan mengarahkan seluruh pikiran, hati dan tindakannya pada kebenaran yang selaras dengan kehendak Allah. Kejujuran adalah kesetiaan kepada kehendak Allah. Oleh karena itu relasi yang dekat dengan Allah adalah fondasi penting dalam membagun pribadi yang jujur dan selalu setia.

 

Pribadi yang jujur akan bisa bicara dengan mantap tanpa keraguan dan bertindak benar tanpa ada motivasi untuk keuntungan diri sendiri.  Orang yang berlaku jujur melakukan segala yang benar demi ketaatan dan kecintaan pada Allah sendiri. Dengan demikian orang bertindak jujur bukan karena ancaman atau rasa takut tetapi karena cinta kepada Allah.

 

Orang yang tidak jujur seringkali menutupi kelemahan nya dengan bicara yang besar, tinggi dan muluk-muluk,  namun jauh dari apa yang ada di dalam hatinya. Orang yang tidak jujur sulit bertindak rendah hati karena  “ego” atau kepentingannya sendiri yang ingin mereka raih dan bukan kehendak Allah. Oleh karena itu kejujuran membutuhkan kesetiaan, ketaatan pada Allah dan kerendahan hati.

 

Marilah Berdoa

Allah yang Maha Kasih, kami bersyukur atas kesetiaan dan cinta Mu kepada kami. Ajarilah kami agar senantiasa terbuka untuk  menerima kehendak Mu dan selalu taat kepadaMu dan bertindak jujur. Bimbinglah kami agar kami bisa memutuskan segala sesuatu dengan baik dan benar, Demi Kristus Tuhan dan penyelamat kami, Amin.

Belajar Menata Hati, Pikiran dan Tindakan

Belajar Menata Hati, Pikiran dan Tindakan

Jumat, 16 Juni 2017

 

Belajar Menata Hati, Pikiran dan Tindakan

 

Matius 5:27-32

 

Yesus mengajak para muridNya untuk bisa menguasai diri; pikiran, hati dan tindakan agar tidak jatuh dalam dosa.  Bagaimanakah agar manusia bisa menjaga agar hati, pikiran dan tindakan selalu dijalan yang benar?  Manusia diciptakan oleh Allah jadi percikan kebajikan Allah juga tercurah pada manusia. Oleh karena itu segala yang baik berasal dari Allah. Dengan demikian dasar dan kekuatan yang menjamin manusia bertindak benar dalam pikiran, hati dan tindakan adalah Allah sendiri.

 

Yang perlu ditata pertama-tama adalah hati dan pikiran manusia. Dari hati dan pikiran muncul dorongan untuk bertindak. Oleh karena itu jika pikiran hati baik dan tulus maka apa yang dilakukan juga baik dan tulus. Sebaliknya jika seseorang memiliki pikiran yang kotor dan jahat maka yang ia lakukan adalah hal-hal yang jahat dan kotor. Manata hati dan budi menjadi sangat penting jika orang ingin dengan serius mengubah diri semakin baik.

 

Relasi antara manusia dan Allah menjadi fondasi lahirnya pribadi yang kokoh dalam kebenaran. Hanya pribadi yang rendah hati akan sampai pada relasi yang mesra dengan Allah.  Maka orang yang rendah hati akan mudah menerima benih keutamaan dan kebijaksanaan Allah dan berbuah dalam banyak perbuatan kasih. Orang-orang yang ada disekitarnya akan merasakan kehadiran Allah yang penuh kasih lewat kesaksian hidup orang beriman. Dunia dewasa ini menunggu pribadi-pribadi yang siap berbuah dalam kasih dan berani berkurban membela keadilan dan kebenaran.

 

Marilah berdoa,

Allah yang Maha kasih, kami bersyukur atas kasih yang Dikau curahkan kepada kami, Semoga kasih Allah yang dicurahkan meresap dalam diri dan pada akhirnya bisa berbuah tindakan-tindakan yang nyata.Demi Kristus Tuhan dan mengantara kami, Amin.

Belajar Mengasihi

Belajar Mengasihi

Kamis, 15 Juni 2017

 

Belajar Mengasihi

 

Matius 5: 20 – 26

 

Yesus mengajak para muridNya untuk menghayati imannya bukan berhenti pada kata-kata saja. Orang Farisi dan Ahli Taurat sering kali menanggap dirinya sebagai orang yang taat pada agama, namun pada prakteknya mereka sering menipulasi orang lain untuk  mendapatkan keungtungan pribadi dan penghormatan diri. Yesus tidak ingin para muridNya bertindak munafik seperti mereka.

 

Oleh karena itu para murid perlu menyadari selalu bahwa panggilan menjadi murid Kristus dipanggil untuk mewujudkan Kerajaan Allah dimana di dalam kasih dan kebenaran menjadi fondasinya. Kasih menjadi tolak ukur dari Kerajaan Allah. Oleh karena itu siapa pun yang telah menjadi murid Kristus didorong untuk menampilan kesaksian hidup yang bergembira, penuh dengan kemurahan dan kasih. Dengan cara demikian maka sebagai murid Kristus, ia meperkenalkan/ mewartakan Kristus dan kerajaan Nya kepada dunia.

 

Kita bersyukur diperkenankan menjadi murid Kristus. Sebagai murid Nya kita  bukan sebatas mengikuti aturan agama, namun menghayati cinta kasih Allah dan membagikan kasih tersebut kepada orang-orang yang ada disekitar kita. Wujud kasih yang bisa lakukan adalah memafaakan orang yang bersalah dan selalu bersyukur atas segala yang ada. Bersyukur, penuh kasih dan hidup penuh harapan adalah tanda kita sungguh-sungguh beriman kepada Tuhan Yesus Kristus,

 

Marilah berdoa

Allah yang Maha kasih, kami bersyukur atas anugerah iman yang membuat kami mengerti dan merasakan betapa baik Tuhan. Tambahkanlah terus iman agar kami siap mewartakan belas kasih Mu kepada sesama. Demi Kristus Tuhan dan penyelamat kami, Amin.

Dipanggil untuk Menjadi Sempurna

Dipanggil untuk Menjadi Sempurna

Rabu,14 Juni 2017

 

Dipanggil untuk Menjadi Sempurna

 

Matius 5 : 17-19

 

Yesus datang untuk menggenapi apa yang sudah diramalkan oleh para nabi. Yesus Sang Mesias telah datang. Menggenapi berarti bukan meniadakan melainkan menyempurkan. Lewat kehadirian Tuhan Yesus hukum Cinta Kasih menjadi kesempurnaan hukum taurat.  Yesus Kristus bukan hanya mengajarkan tentang hukum cinta kasih, namun Dia telah mewujudkan apa yang diajakan dengan mau menderita, di salib dan wafat di atas kayu salib.

 

Dengan mengimani Tuhan Yesus Kristus orang diarahkan hidupnya menuju pada kesempurnaan.  Oleh karena itu dalam proses menjadi sempurna diperlukan sikap “berani bertobat”. Pertobatan diri merupakan hal yang penting untuk mengubah hati, pikiran dan tindakan bisa sejalan, searah dengan Yesus Kriistu. Sendiri. Buah yang dihasilkan orang yang setia pada Kristus adalah kesempurnan hidup yaitu keselamatan kekal.

 

Yesus mendorong para murid  untuk berani menempatkan diri sebagai hamba yang rendah hati dan tulus. Sikap sebagai hamba merupakan syarat yang harus ada untuk proses pertobatan  menuju kehidupan yang penuh damai. Setiap orang yang percaya Kristus, dipanggil untuk semakin menjadi sempurna. Itulah proses pertobtan yang juga menjadi sikap yang penting

 

Marilah berdoa,

Allah yang Maha Kasih, kami bersyukur atas anugerah iman yang kami terima. Tumbuhkan iman tersebut dalam hidup kami agar pada akhinya kami bisa berbuah dalam banyak perbuatan kaasih. Demi Kristus, Tuhan dan penyelamat kami, Amin

Menjadi Garam dan Terang Dunia

Menjadi Garam dan Terang Dunia

Selasa, 13 Juni 2017

 

Matius 5:13-16

 

Menjadi Garam dan Terang Dunia

 

 

Setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus menerima anugerah panggilan sebagai garam dan terang dunia. Lewat kesaksian hidupnya Kristus dikenalkan kepada dunia. Menjadi terang dan garam berarti mewartakan belas kasih Allah kepada masyarakat. Dunia yang seringkali kejam kepada meraka yang miskin dan tersingkirkan, kini lewat kesaksian hidup orang beriman dunia menjadi tempat yang nyaman bagi semua tanpa perkecualian.

 

Inti dari terang dan garam yang menjadi identitas orang beriman adalah Kristus yang dihayati sebagi pusat hidup. Dari pengalaman hidup rohani bersama Kristus, kita terdorong untuk membagikan kasihNya kepada dunia.  Terang tidak akan redup, garam tidak akan menjadi tawar jika semua kembali pada sumber harapan, kasih dan iman yaitu Tuhan Yesus Kristus.

 

Dewasa ini dunia menunggu kesaksian hidup orang beriman agar kekuatan jahat tidak menguasai / mendominasi dunia, sebaliknya memberi ruang agar kasih Allah yang tinggal dan merajai hati manusia.  Jika Kristus benar-benar dihayati maka dengan sendirinya semua orang beriman memancarkan kebaikan dan keselamatan yang datang dari Allah.  Agar kita bisa semakin bisa memancarkan terang dan menjadi garam dunia maka perlu pertobatan terus menerus, arti terus beruhaa menyesuaikan semua dengan kehendak Allah.

 

Marilah berdoa

Allah yang Maha kasih, kami bersyukur atas kasih yang senantiasa mengalir dalam hidup kami. Ajarilah kami untuk bisa mewarkatan kebaikan Allah kepada dunia.  Dunia membutuhkan kesaksian hidup setiap orang beriman, semoga Allah menyiapkan kami untuk mewartakan Keraajaan Allah. Demi Kristus Tuhan dan penyelamat kami, Amin.

 

 

 

Translate »