“Mutiara Hidup”
Selasa Pekan Biasa XII, 22 Juni 2021
Bacaan: Kejadian 13:2,5-18; Matius 7:6, 12-14
Kita tahu bahwa Mutiara adalah barang mahal dan merupakan benda berharga, yang dicari orang yang mempunyai uang tentunya. Karena indah dan berharga, maka tidak jarang membutuhkan perhatian lebih, di mana harus disimpan agar tidak hilang dan kapan harus dipakai. Jika mutiara saja yang adalah benda, begitu berharga, apalagi ‘Mutiara Hidup’, jelas akan lebih bermakna mendalam karena berkaitan dengan kehidupan kita manusia secara kekal.
Mutiara Hidup ini disediakan oleh Tuhan bagi kita semua sejak kita diciptakanNya. Dalam perjalanan hidup kita di dunia ini, kita perlu selalu sadar bahwa kita sedang melangkah menuju ke kehidupan kekal, yang adalah Mutiara Hidup kita, karena itulah kepenuhan bagi kehidupan kita. Sekarang kita sudah tahu ke mana kita sedang melangkah dan itulah yang sedang kita lakukan pada saat ini., Tuhan Yesus mengingatkan bahwa jalan menuju ke hidup kekal itu sempit dan pintunya pun sesak, maka diperlukan usaha dan perjuangan tanpa mengenal lelah. Jalan menuju ke tempat ‘mutiara’ itu telah disediakan, namun sempit, maka diperlukan ketekunan dan selalu waspada supaya tidak jatuh dan juga tidak menyerah. Pintu yang sesak menyadarkan kita bahwa hidup kita selalu perlu disesuaikan dengan kehendak Tuhan dan panggilan kita sebagai seorang kristiani. Jelaslah bahwa kita tidak bisa mengisi kehidupan kita sekarang ini seenaknya dan ikut apa saja yang kita sukai serta berbagai tawaran dunia. Jika itu yang terjadi,maka kita mungkin tidak bisa masuk, karena tubuh kita telah menjadi ‘gemuk’ dengan dosa.
Syukur kepada Tuhan karena kita sekarang ini diingatkan selama kita masih dalam perjalanan menuju ke Mutiara hidup itu berada, ke hidup kekal. Baiklah kita selalu melihat keadaan diri kita, apakah kehidupan harian kita telah selaras dengan Hukum Kasih yang telah diwariskan oleh Tuhan Yesus? Sekranglah saatnya untuk menata hidup kita sebelum semuanya terlambat.