Padamkan Amarahmu sebelum Matahari Terbenam!

Padamkan Amarahmu sebelum Matahari Terbenam!

angerBacaan: James 1:19-22 ; Markus 8:22-26

Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;  sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah. Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu. Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja;

Kapan terakhir kali marah? Marah adalah keadaan emosional yang merespon suatu bahaya dari luar atau dari dalam diri.  Kemarahan bisa menimbulkan rasa berkuasa, sering disertai kehendak untuk menyerang dan bertengkar demi mempertahankan diri dari serangan dari luar.

Kita bisa marah pada orang tertentu (teman, coworker, employer), marah pada keadaan (macet, canceled flight, gaduh), juga marah karena kita cemas dan takut akan persoalan pribadi kita. Kemaraan bisa terjadi pada intensitas yang sedang, atau berkobar sampai tak terkendali.

Santo Yakobus berkata amarah tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah. Buanglah yang kotor dan jahat dari hati. Kemarahan menjadi tidak benar ketika diekpresikan dengan kasar, destruktif, irasional, serta membahayakan diri dan orang lain. Rasa marah perlu diekpresikan dengan asertif yaitu tidak merusak dan membahayakan diri serta sesama.

Belajarlah mengontrol amarah! Bukan amarah yang mengontrol kita. Bagaimana mengelola marah? Pertama, sadarlah bahwa sekarang kita sedang marah, kenali perasaan itu. Kedua, katakana pada diri, “be calm! God, have mercy!” Don’t be destructive!” Peace…peace… Ketiga, tarik nafas panjang-panjang berulang kali. Keempat, kalau mau diekpresikan kemarahannya, katakana to the point apa yang membuat marah kita! Kelima, salurkan energi marah dengan olah raga, melakukan aktivitas pribadi, hobi, atau sekeder jalan kaki diluar rumah beberapa blok! Pasti akan membawa dampak positif.

Sekali lagi, “padamkan amarah sebelum matahari terbenam!”

2 thoughts on “Padamkan Amarahmu sebelum Matahari Terbenam!

  1. Wah Romo luar biasa renungan hari ini. Cocok sekali dng kejadian di tempat saya bekerja. Amin.

  2. Hallo Lieke, syukurlah kalau renungan ini berguna untuk berefleksi saat kita marah, atau dimarahi, atau sedang dalam suasana marah di tempat kerja, rumah, atau di manapun kita berada, “stay calm, please!”

Comments are closed.

Comments are closed.
Translate »