Tak sekokoh batu karang!
Bacaan I: Yakobus 2: 1-9; Markus 8: 27-33
Kaesarea Philippi terletak di sebelah baratdaya Israel, wilayah dataran tinggi Golan, di kaki bukit Hermon. Wilayah ini daerah yang penuh bukit karang menjulang tinggi. Sebagian besar penduduknya bukan orang Yahudi, dan mereka kebanyakan menyembah dewa-dewa asing, terutama Baal, dewa kesuburan yang masyur di tanah ini.
Di tengah kuil dewa-dewa Kaesarea, Yesus bertanya pada muridnya, “Siapa aku ini menurutmu?” Petrus menjawabnya, “Engkalulah Kristus, anak Allah yang maha tinggi!” Karena jawaban itu, Yesus berkata pada Petrus, “Petrus, di atas batu karang ini, aku akan mendirikan jemaatku!” Yesus meletakkan kepercayaan yang amat besar dalam pundak Petrus. Dan nama Petrus berarti “batu karang”.
Dalam kenyataannya, Petrus tak sekokoh namanya, ia mudah goyah, takut, dan retak. Ia takut dan hampir tenggelam saat berjalan di atas air menjumpai Yesus. Dia diusir Yesus dan sebut sebagai “Iblis” karena tak memahami arti mesias yang harus menderita, “Pergilah engkau Iblis!” Bahkan Ia tak mau mengakui Yesus sebagai guru saat dia di tangkap oleh pengawal bait Allah.
Akhirnya, Petrus bisa belajar dari semua kelemahan itu. Dia akhirnya berani mati dengan gagah berani! Ia menjadi kokoh, tegar, dan berdiri kuat solid bagai batu karang, mati disalib dengan kepala di bawah, dan kaki menjulang ke langit.
Semoga hari ini kita bisa mengalahkan kelemahan diri, dan menjadi kokoh seperti Petrus!