Take my yoke
Sesudah memperkenalkan kepada para murid bahwa Allah itu Bapa dan Tuhan atas langit dan bumi, Yesus membukakan kepada mereka misteri diri-Nya. Ada dua ungkapan yang mengindikasikan misteri hidup Yesus: lemah lembut dan rendah hati (Mat 11:28-30).
Seperti anak-anak yang selalu butuh bimbingan dan bergantung pada orang yang lebih dewasa, Yesus memakai ungkapan-ungkapan ini pula untuk mengajar para murid. Salah satu sifat anak-anak adalah kecenderungan untuk tahu yang tinggi. Sering kali ada orang tua yang berhadapan dengan anak-anak yang suka bertanya tentang banyak hal.
Yesus sendiri memperkenalkan diri-Nya kepada mereka yang mendengarkan-Nya: Datanglah kepada-Ku …
Undangan Yesus ini mendorong kita untuk membuka diri dan belajar. Karena itu kerelaan hati untuk mau dibimbing akan membawa kita untuk mengenal Yesus. Pengenalan akan Yesus inilah yang menjadi motivasi dasar mengikuti Yesus.
Undangan Yesus juga membawa kita kepada inti dari ziarah dan hidup baru yang ditawarkan-Nya. Hidup baru itu bahwa Allah hadir dalam peristiwa salib. Di dalam peristiwa salib kelemahlembutan dan kerendahan hati Allah menjadi penuh dan membawa makna baru bagi keselamatan manusia. Di sini kerapuhan manusia diangkat oleh Allah melalui wafat dan kebangkitan Putra-Nya. Di sini Allah dalam keserupaan manusiawi-Nya memikul beban-beban dosa kita yang tidak bisa kita pikul sendiri. Yesus menawarkan: take my yoke, yakni suatu tawaran keselamatan dengan ketaatan akan sabda-Nya. Di bawah ketaatan inilah kita boleh berjalan bersama Dia, sumber damai dan kelegaan sejati.
Ya Bapa, berilah kami rahmat kemurnian iman seperti para murid agar setia pada sabda keselamatan-Mu. Hapuslah beban-beban dosa dan kesalahan kami, agar kami boleh mengalami damai dan sukacita surgawi dalam diri Yesus, Putra-Mu. Amen!