Antara yang Kotor dan Yang Bersih

Antara yang Kotor dan Yang Bersih

Matius 15:1-2, 10-14

nurmahmudi-kanan

Salah seorang teman saya ada yang memasang foto di atas di halaman facebook. Ini adalah poster seorang pejabat di Indonesia yang mengajak masyarakat untuk memakai tangan kanan untuk makan dan minum. Ketika ditanya oleh wartawan, dia menjawab alasannya adalah untuk membentuk karakter bangsa dengan menghormati kesopanan. Saya yakin banyak dari kita yang tumbuh di keluarga di mana diajarkan untuk selalu menggunakan tangan kanan untuk hal-hal yang sopan dan bersih dan tangan kiri untuk yang kotor. Budaya ini sudah mendarah daging di masyarakat kita dan menjadi kebiasaan yang sudah seperti natural.

Sesuai dengan bacaan ini, mungkin kita bisa lebih mengerti konteksnya dengan membayangkan Yesus dan para muridnya makan dan minum dengan memakai tangan kiri. Kita yang melihat itu mungkin terperanjat. Katanya guru besar, juruselamat dunia, anak Tuhan. Kok cara makannya tidak tahu sopan santun? Mungkin hal itu jugalah yang ada di benak para orang Yahudi yang melihat Yesus dan muridnya tidak mencuci tangan sebelum makan. Tapi lebih dari sekedar budaya, mereka melihatnya sebagai pelanggaran hukum dari Allah sendiri.

Ketika Yesus menjawab, Dia tidak mengatakan bahwa hukum itu adalah salah. Dia tidak mengatakan bahwa sekarang ada hukum baru di mana makan harus pakai tangan kiri. Yang Dia katakan adalah, coba buka pandangan kita. Manakah yang lebih kotor, orang yang tidak cuci tangan dulu sebelum makan atau orang yang memakai mulutnya untuk menyebar fitnah dan kebencian? Hal mana yang lebih melawan hukum Tuhan?

Sama seperti pepatah “Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak,” kita seringkali mempersoalkan hal-hal kecil dalam orang lain dan tidak introspeksi diri kita sendiri. Orang-orang Yahudi dalam cerita ini, dengan mencibir murid-murid Yesus, justru menggunakan mulut yang katanya sudah bersih karena makan dengan tangan yang bersih untuk menyebarkan kebencian.

Kita boleh menepuk dada karena selalu bersikap sopan dengan makan dengan tangan kanan. Tapi hal apalagi yang kita lakukan dengan tangan kanan itu? Apa kita memakainya untuk menyakiti orang lain? Apa kita menggunakannya untuk mengkorupsi jatah yang bukan milik kita? Apakah kita memakainya untuk merusak karya ciptaan Allah? Apa kita menggunakannya untuk menulis atau mengetik pesan yang penuh kebencian? Jika demikian, mungkin malahan kita harus makan dengan tangan kiri karena ternyata lebih bersih.

Comments are closed.
Translate ยป